DENPASAR, BALIPOST.com – Kebakaran dipicu tabung gas bocor terjadi di Kantor Sekretariat Yayasan Kesatria Dharma Giri Utama di Jalam Tegal Harum,  Biaung, Denpaasar Timur (Dentim), Kamis (3/10). Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka kabar serius dan dirawat intensif di rumah sakit.

Adapun korbannya,  yaitu Gea Girandi (25), mahasiswi, mengalami luka bakar 75 persen dan  dievakuasi ke RSUP Sanglah. Dr. Ida Parwati (56),  istri pemilik yayasan dan mengalami luka bakar di telapak kaki, langsung dibawa ke RS  Dharma Yadnya, Tohpati. I Ketut Yasa (32), karyawan di TKP,  mengalami luka bakar 45 persen di tubuh dan dievakuasi ke RSUP Sanglah.

Kronologisnya, kata Kaposek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra, tabung gas ukuran besar di depan kantor Sekretariat  rencana mau dipindahkan. Proses pengangkatan ke truk menggunakan alat katrol dan rencananya dibawa ke Sanur.

Saat proses menaikkan ke truk, panel tabung gas lepas dan mengakibatkan bocor besar. Komang Sadiarjana (46), karyawan di TKP menerangkan seperti biasa paginya dia melaksanakan pekerjaan rutin di TKP.

Baca juga:  Hostel di Gili Trawangan yang Terbakar, Hanguskan 36 Kamar

Tiba-tiba dia mencium bau gas menyengat, pukul 09.45 Wita. Selanjutnya Sadiarjana lari ke belakang kantor sekretariat.

Ternyata dilihat asal bunga api dari tempat sembahyang yang ada di belakang kantor (di bawah). Kemudian api membesar menjalar di lorong rumah atau TKP.

“Bau gas berasal dari tabung besar yang ada di depan kantor sekretariat, selanjutnya menyambar api dari dupa yang masih menyala yang ada di depan pelinggih,” ungkapnya.

Saat api membesar dan bau gas  menyengat, karyawan berhamburan keluar. Gea Girandi, kata Sadiarjana, sedang tidur lantai atas.

Mendengar suara gaduh, dia keluar paling akhir dan karena  panik, korban ke luar lewat depan dan langsung di sambar api sehingga mengakibatkan luka bakar. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)
Foto

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.