Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali optimis mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tutup tahun. Per 27 September lalu, PAD sudah terealisasi hampir 78 persen atau sekitar Rp 2,5 triliun dari target yang dipasang sebesar Rp 3,5 triliun lebih.

“Melihat komposisi PAD yang bersumber dari pajak daerah, pengelolaan kekayaan daerah, pendapatan lain-lain termasuk retribusi dengan asumsi rata-rata per harinya sama seperti asumsi sekarang, kami memproyeksikan 100 persen akan ketemu di penghujung tahun,” ujar Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha, Rabu (2/10).

Menurutnya, PAD utamanya bersumber dari pajak daerah yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Jika dulu pihaknya tertatih-tatih mencapai target BBNKB, sekarang sudah berbalik. Justru realisasi BBNKB kini lebih tinggi yakni mencapai 83,95 persen dari target Rp 1,1 triliun lebih per 27 September lalu. Sementara PKB terealisasi 81,81 persen dari target Rp 1,350 triliun lebih.

Baca juga:  Lewat PKB, Seniman Bali Ubah Image Tarian Menjadi Elegan

“Saya melihat fenomena untuk Bali karena saya sudah mengumpulkan teman-teman dealer. Sekarang banyak sekali produksi kendaraan yang kasual dan modern sehingga diminati masyarakat,” jelasnya.

Hal inilah, lanjut Santha, yang membuat pertumbuhan kendaraan untuk penjualan tahun ini lebih baik bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BBNKB utamanya ditopang oleh BBNKB-1 yang tahun lalu realisasinya terbilang “merangkak” atau tidak bagus. BBNKB-2 juga bergerak dengan adanya kebijakan pemutihan karena masyarakat menghindari pajak progresif. “Bukan menghindari pajak progresif saja, tapi juga untuk perbaikan database atas kepemilikan kendaraan,” imbuhnya.

Ia optimis realisasi PKB dan BBNKB termasuk PAD secara keseluruhan bisa mencapai 100 persen, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.