Suasana mentoring serangkatan roadshow Kompetisi GSI 2019, Selasa (1/10). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebanyak 23 startup Bali mengikuti pitching kompetisi GoStartup Indonesia (GSI) 2019 yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara, Selasa (1/10). Selain pendaftaran untuk berkompetisi dalam GSI, digelar juga kegiatan mentoring yang menghadirkan sejumlah pembicara.

Pembicaranya yakni Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah, Kasubdit Modal Ventura Bekraf Herwanto Sidik Prabowo dan Ketua STMIK Primakara I Made Artana. Kegiatan mentoring ini digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan Bursa Efek Indonesia untuk meningkatkan dan mengembangkan ekosistem Startup di Indonesia.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah mengatakan roadshow GSI ini merupakan yang kelima kalinya. Sebelumnya kegiatan ini digelar di Bandung, Medan, Surabaya, dan Makassar. Dalam pitching competition, lima besar peserta akan diberikan kredit daya oleh Amazon Web Service.

Untuk startup yang pitching, yakni Lokerbali, Koffiena, Kamartamu, Yure Indonesia, Quantic.id, THE PASAR, Teampal.id, Bisloka, WarungMenEbikk, Montir, Keliling dan Kryptech Security. Tak hanya itu, juga ada emiten.com, FishGO, Internusa Capital, kofounder, i-Kost, The Wazh Shoes, Asteroit Digital, Solutions, alihgae, G.Sports, Exploria, Lele Mutiara serta Rentaku.

Baca juga:  Revolusi Industri 4.0 dan Kemunculan “Unicorn”

Sementara itu, Ketua STMIK Primakara I Made Artana mengaku merasa senang karena Bekraf telah memilih kampusnya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan GSI Roadshow 2019 ini. “Jadi dengan adanya acara seperti GSI ini, itu sangat bagus untuk ekosistem (startup). Anak-anak kita yang konsen di startup itu bisa merasa mendapatkan ruang untuk startup-nya,” kata Artana.

Ia pun menilai dengan banyak event di STMIK Primakara terkait startup, hal ini bisa memperkuat branding dan positioning kampus ini sebagai Technopreneurship Campus (Kampus Pencetak Technopreneur/Wirausaha Teknologi). “Acara-acara seperti GSI ini bisa jadi branding eksternal dan internal bagi Primakara. Nama Primakara akan selalu ada dan diingat ketika bicara startup. Kami bisa jadi kampus IT terpandang di nasional,” kata Artana yang juga founder dan owner Kampus Diploma Alfa Prima ini.

Artana pun mengatakan pihaknya sangat konsen dengan penguatan ekosistem digital, salah satunya dengan mendirikan pusat inovasi yang membantu startup untuk berkembang. “Anak yang konsern bangun startup makin banyak bisa ikut event dan bisa bangun jaringan. Apalagi Bekraf banyak bawa mentor,” imbuhnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.