Puan Maharani resmi dilantik menjadi Ketua DPR RI, Selasa (1/10) malam. (BP/istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani resmi menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Penetapan Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024 dilakukan dalam rapat paripurna DPR dengan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan DPR RI periode 2019-2024 di ruang rapat paripurna DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa malam (1/10).

“Kami telah mengucapkan sumpah jabatan selaku Ketua dan Wakil-wakil Ketua DPR RI dan akan menjalankan tugas secara kolektif kolegial dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sejak tanggal 1 Oktober 2019 hingga 30 September 2024,” ucap Puan dalam Pidato Ketua DPR RI periode 2019-2024 terpilih.

Puan didampingi empat wakil ketua yakni Azis Syamsuddin dari Fraksi Partai Golkar, Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra, Rachmat Gobel dari Fraksi Partai Nasdem, dan A. Muhaimin Iskandar dari Fraksi PKB. Penetapan kelima pimpinan DPR pada Paripurna DPR ke-2 tahun sidang 2019-2020 tersebut berjalan lancar.

Tak ada hujan interupsi ataupun sanggahan dari sekitar 280-an anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu. Pengesahan Puan dan empat pimpinan DPR lainnya itu dipimpin oleh Ketua DPR RI sementara Abdul Wahab Dalimunthe (80 tahun) dari Fraksi Partai Demokrat selaku anggota DPR RI periode 2019-2024 tertua dan Hillary Brigitta Lasut anggota DPR RI termuda (22 tahun) dari Fraksi Partai NasDem.

Baca juga:  Kongres V PDIP, Pidato Politik Megawati Jadi Agenda Utama

Abdul Wahab menjelaskan kelima pimpinan DPR itu otomatis menjadi pimpinan karena masing-masing parpol pengusung berhasil meraih lima besar peraih suara terbesar dalam Pemilu 2019. Aturan itu tertuang dalam UU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD atau MD3. “Apakah lima pimpinan DPR periode 2019-2024 ini dapat disetujui?” tanya Abdul Wahab kepada anggota DPR yang hadir. Anggota Dewan yang hadir serempak “Setujuu…”.

“Tok” bunyi ketuk palu diketuk Abdul sebagai tanda disahkan penetapan kelima pimpinan baru DPR RI tersebut.

Tepuk tangan riuh pun tampak bergemuruh saat kelima pimpinan DPR itu dipanggil menuju podium dilantik. Bahkan terlihat para anggota DPR ada yang melakukan salawatan saat kelima anggota itu maju ke podium.

Setelah itu, prosesi pelantikan kelima pimpinan DPR itu pun dimulai. Sebelum memangku jabatannya, kelima pimpinan DPR itu diwajibkan mengucapkan sumpah janji. pengucapan sumpah itu dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung RI Hatta Ali.

Turut hadir dalam kesempatan pelantikan itu, Presiden ke-3 RI, Megawati Soekarnoputri, Seskab Pramono Anung dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.