Suasana tatap muka Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gianyar dengan perwakilan mahasiswa di Aula Mapolres Gianyar, Selasa (1/10). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Polres Gianyar mengumpulkan puluhan mahasiswa di Aula Mapolres Gianyar, Selasa (1/10). Kegiatan ini dilakukan terkait maraknya aksi demo menolak RKUHP oleh mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali. Para mahasiswa ini merupakan perwakilan empat kampus yang ada di Kabupaten Gianyar.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menerangkan, dikumpulkannya mahasiswa tersebut sebagai bentuk kepedulian pihak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gianyar. Tatap muka dihadiri Pemkab Gianyar, DPRD, Kodim Gianyar, dan Polres Gianyar. “Ini dilakukan untuk menjembati adik-adik mahasiswa jika ada hal yang akan disampaikan. Kami undang perwakilannya supaya mereka bisa menyampaikan ke teman-teman lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, ketika aksi yang menyebabkan kemacetan dan menutup jalan sering digelar akan berdampak pada pariwisata. “Ketika jalan ditutup, akses ke mana-mana sulit, pasti wisatawan yang datang kesal, sehingga sangat berdampak terhadap bidang pariwsata. Makanya kami ajak para mahasiswa ini silahturahmi, tatap muka, dan berbincang-bincang santai,” paparnya.

Baca juga:  Disepakati, Musim Tanam Tahun Ini Harga Tembakau Naik Lima Persen

Perwakilan mahasiswa dari masing-masing kampus sebanyak 15 orang. Yang datang sebagian besar dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Mereka memiliki peran besar dalam memberikan informasi kepada rekan-rekannya dan lingkungan kampusnya.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan, empat kampus yang ada di wilayah Kabupaten Gianyar tidak akan menggelar aksi turun ke jalan. Namun, mereka tetap menyampaikan aspirasi yang diwakili oleh BEM masing-masing.

Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara untuk mewadahi aspirasi mahasiswa yang dilakukan Forkopimda Gianyar. “Kami bersyukur memiliki mahasiswa atau pemuda yang selalu tanggap dengan situasi yang ada. Tetapi kita harus jeli dengan situasi yang ada, jangan sampai menjadi tunggangan politik dan kepentingan lainnya,” jelasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.