TABANAN, BALIPOST.com – Selain beras merah dan beras hitam, Tabanan juga memiliki beras ungu. Beras ini pertamakali ditemukan di lahan pertanian yang berada di wilayah Desa Angkah, Selemadeg Barat dan kemudian dikembangkan secara personal oleh petani setempat.

Produk beras ungu ini kemudian menjadi salah satu produk beras unggulan yang ditawarkan oleh Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan. Saat ini pemasaran beras ungu masih terbatas karena sedang menunggu sertifikasi PSAT (Pangan Segar Asli Tumbuhan) yang menjadi syarat untuk bisa masuk ke toko modern.

Direktur PDDS Tabanan, I Putu Sugi Darmawan memaparkan, pengembangan beras ungu ini masih terbatas dan dikembangkan secara personal oleh petani di Subak Angkah. ‘”Beberapa waktu lalu beras ungu ini diberikan sampelnya oleh Bumdes Angkah. Sudah coba ditanak dan rasanya hampir sama dengan beras hitam. Hanya lebih wangi beras ungu,” ujarnya.

Dalam memenuhi permintaan akan beras ungu, menurut Sugi, pihaknya bekerjasama dengan Subak Angkah dalam hal penanaman beras ungu. Saat ini sudah ditanam di lahan seluas 1,5 hektar dimana bisa menghasilkan lima sampai tujuh ton gabah yang setara dengan tiga sampai empat ton beras. ”Untuk saat ini penanaman tidak bisa kami perluas. Sebab pasar masih terbatas,” ujarnya.

Baca juga:  Di Tabanan, Ada Istri "Gantikan" Posisi Suami di DPRD

Agar bisa menambah luas penanaman dan meningkatkan pemasaran, saat ini pihak PDDS Tabanan sedang mengurus sertifikasi PSAT untuk beras ungu. ”Kami sedang proses. Jika sudah dapat sertifikat PSAT diyakini permintaan akan meningkat karena bisa masuk ke toko modern,” ujarnya.

Saat ini beras ungu hanya dijual lewat store milik PDDS Tabanan. Selain itu juga akan dibawa ke pameran Pangan Nusa Dua pada bulan Oktober nanti.

Diharapkan lewat pameran-pameran ini akan semakin banyak yang mengetahui tentang varian beras ungu dan tentunya akan meningkatkan permintaan. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.