Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – RSUD Buleleng mendapatkan tambahan dokter spesialis forensik. Tambahan tenaga ini ditindaklanjuti oleh manajemen dengan membentuk unit instalasi forensik. Dengan unit ini, RSUD pada perkara tertentu dapat melakukan outopsi, sehingga tidak harus merujuk ke rumah sakit lain di Bali.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes., Kamis (26/9), mengatakan, mulai satu bulan lalu RSUD mendapatkan tambahan dokter spesialis forensik yakni dr. Klarisa Salim, Sp.F. Dia menuntaskan pendidikannya di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI). Sebelumnya, dr. Klarisa ditugaskan di Puskesmas Buleleng I.

Menyusul tambahan dokter spesialis forensik dan medikolegal, RSUD membentuk unit instalasi forensik. Dengan tambahan unit ini, proses autopsi bisa dilakukan di RSUD. Sebelumnya, pada kasus tertentu RSUD hanya bisa melakukan pemeriksaan luar. “Tahun ini kami siapkan dan mulai buka instalasi forensik. Perluasan gedungnya akan kami lakukan tahun depan. Peralatannya sudah cukup,” katanya.

Baca juga:  Ini, Hasil Autopsi Pelajar yang Tewas dengan Leher Tergorok

Menurut Wiartana, tambahan SDM tersebut untuk sementara sudah cukup. Sebenarnya, dengan status Rumah Sakit Pendidikan, RSUD idealnya memiliki tiga orang dokter untuk setiap bidang kedokteran spesialis. Namun, untuk spesialis forensik, ia mengaku sangat sulit menemukan sumber daya yang siap pakai. “Lulusannya terbatas. Kami dorong dokter yang mau juga tidak ada. Mudah-mudahan dari FK Undiksha yang sudah dibuka dan dokter kami yang mengajar bisa melahirkan tambahan dokter spesialis forensik,” jelasnya.

Berdasarkan data, RSUD Buleleng telah mempekerjakan 39 orang dokter spesialis dan empat dokter subspesialis. Meski memiliki puluhan dokter spesialis, masih ada beberapa bidang spesialis yang minim sumber daya. Contohnya spesialis urologi yang saat ini baru mempunyai satu dokter. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.