Logo PDIP. (BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Proses penjaringan dan pendaftaran calon Bupati dan calon Wakil Bupati Tabanan periode 2020-2025 sudah berjalan. Para kader yang masuk dalam gerbong penjaringan pun kini hanya tinggal menunggu keputusan dari DPP PDIP,  terkait siapapun rekomendasi yang turun nantinya.

Hanya saja, rekomendasi belum turun, sejumlah nama paket sudah ramai berhembus disebut-sebut dalam perhelatan Pilkada Tabanan 2020. Seperti I Komang Gede Sanjaya-I Gede Made Dedy Pratama yang dinamakan paket Sandy. Dan I Ketut Boping Suryadi-I Made Edy Wirawan yang dinamakan paket SUE.

Dari dua nama paket yang berhembus tersebut, santer dikatakan sejumlah kalangan sinyal kuat lebih mengarah pada paket Sandy. Pasalnya Komang Sanjaya selain dinilai kader ideal juga dianggap sudah mapan dalam kepolitikan.

Politisi asal Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan ini sudah 10 tahun mendampingi Bupati Eka dalam mengemban tugas eksekutif. Sementara Dedy Pratama yang juga adik dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti juga sudah masuk dunia politik dan mengemban tugas sebagai Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Tabanan.

Politisi asal Desa Angseri Kecamatan Baturiti ini sempat mengatakan jika dipercayai mengemban tugas akan melanjutkan Tabanan Jilid III. “Dua paket ini mempersatukan pihak Dauh Pala (asal Sanjaya) dan Tegeh (asal Dedy),” ungkap sumber.

Begitupun paket SUE (Suryadi-Edy Wirawan) juga dinilai menjadi calon kuat untuk rekomendasi. Selain juga dianggap mempersatukan daerah pesisir dengan pegunungan.

Boping Suryadi politisi asal Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg (Gunung) juga memiliki pengalaman 15 tahun duduk di Legislatif dan tahu betul persoalan di Kabupaten Tabanan. Bahkan ia sempat mengatakan seandainya diberikan kepercayaan, akan berupaya mengembalikan Tabanan menjadi pusat sarin buana.

Sedangkan Edy Wirawan politisi asal Desa Baraban, Kecamatan Kediri (pesisir) juga telah mampu membawa kejayaan bagi PDIP di wilayah kecamatan Kediri. lantaran setiap perhelatan politik kecamatan Kediri merupakan basis pendukung PDIP terbanyak.

Baca juga:  Nama Liliana Tanoesoedibjo Diduga Masih Tercatat di Nasdem

Bahkan dalam pileg untuk dapil Kediri berhasil membawa lima orang kadernya melenggang ke gedung dewan. “Jadi kan sah-sah saja ada bermunculan paket-paket jangan sampai dijadikan konflik ke dalam,” aku sumber.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Tabanan Komang Sanjaya yang maju dalam bursa calon Bupati mengatakan, ia tidak mau berkomentar banyak dan saat ini masih menunggu keputusan DPP. Hanya saja sebagai kader partai lanjut kata Sanjaya siapapun nanti yant akan direkomendasikan tentunya akan siap menjalankan tugas partai. “Belum ya sabar menunggu keputusan partai,” ujar Sanjaya dalam pesan singkat.

Sementara dikonfirmasi terpisah Dedy Pratama mengatakan sah-sah saja muncul nama nama paket tersebut. Hanya saja kembali lagi pihaknya juga masih menunggu keputusan partai dan sebagai kader partai apapun keputusannya tetap harus tunduk.

Menariknya, saat coba dikonfirmasi, Dedy justru lebih memberikan nama paket dianggapnya lebih pas dan mantap sebagai pengganti nama paket Sandy yakni paket Jaya Pratama yang tak lain dari pasangan Sanjaya-Dedy Pratama. Namun saat coba dipastikan kembali apakah sudah ada signal kuat dari partai untuk nama paket ini, pihaknya kembali mengatakan tunggu rekomendasi.
“Siapapun yang ditugaskan siap berjuang demi Tabanan lebih baik. Kami juga tidak ingin partai terus berseteru saja. Mundur dua langkah untuk kemenangan bersama, mundur tiga langkah juga untuk kemenangan bersama. Maju pun sepuluh langkah untuk kemajuan kita bersama dan menjaga Tabanan,” ucapnya.

Terkait nama paket Jaya Pratama, dengan santai Dedy hanya menjawab lebih cocok dan pas, karena mengandung makna lebih bagus untuk membuat kemenangan. “Ya tunggu keputusan partai, siapapun rekomendasinya pasti untuk pembangunan Tabanan lebih baik lagi,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.