Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sejumlah peristiwa yang memakan korban jiwa di objek wisata Nusa Penida belakangan ini terus menjadi sorotan sejumlah pihak. Tidak hanya dari luar, perdebatan juga terjadi di antara praktisi pariwisata di Nusa Penida. Menyikapi persoalan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta minta semua pihak menjaga kondusivitas agar tidak mengganggu rencana kunjungan wisatawan ke Nusa Penida.

Itu disampaikan Bupati Suwirta usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Klungkung, senin (23/9). Bupati mengaku segera bertemu pelaku pariwisata Nusa Penida menjelang pelaksanaan Festival Nusa Penida, agar semua pihak mau dan mampu menahan diri demi kepentingan pariwisata yang lebih besar. Sebab, di tengah upaya untuk mengembangkan pariwisata Nusa Penida, sedikit saja ada kampanye negatif akan sangat berdampak terhadap kunjungan.

“Perlu diingat bahwa persaingan itu bukan hanya pariwisata antarpulau. Bahkan, sekarang persaingannya sudah terjadi antardestinasi. Jadi, mohon kurangi bertengkar di media sosial. Kalau punya ide, sampaikan ke saya, nanti pasti akan diakomodir,” tegasnya.

Situasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir cukup berpengaruh terhadap rencana pelaksanaan Festival Nusa Penida pada Oktober nanti. Untuk itu, dia minta semua pihak membantu menyukseskan agenda tahunan ini. Dengan begitu, tujuan besarnya tercapai, yakni berdampak positif bagi Nusa Penida dalam meningkatkan kunjungan pariwisata.

Baca juga:  Iuran BPJS Kesehatan akan Naik, Pemprov Bali Data Ulang PBI

Disinggung mengenai peristiwa kecelakaan di sejumlah objek wisata, ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah. Bupati Suwirta melihat ada pemandu wisata dari luar yang belum paham betul tentang alam Nusa Penida, sehingga ketika berkeliling, tidak siap dengan kondisi dan situasi alam di sekitar tempat tersebut.

Menurutnya, itu menjadi bahan evaluasi bersama yang harus disikapi semua elemen terkait. Penyedia fasilitas berwisata juga akan menjadi perhatian khusus dalam hal ini. Khususnya bagaimana kelaikan izinnya, apakah sudah mengantongi izin bersyarat, reputasinya hingga kualitas SDM dan fasilitas akomodasinya.

Dia menolak keras jika pemerintah daerah dianggap berdiam diri melihat semua peristiwa tersebut. Bupati juga menentang keras adanya isu moratorium kunjungan ke Nusa Penida. “Dulu waktu kunjungan sepi, kami sangat dihargai setelah membangun jalan dan infrakstruktur lainnya. Setelah ramai kok seolah lupa. Sekarang setelah sepi, stres lagi. Makanya pikirkan bersama bagaimana agar Nusa Penida tetap ramai dikunjungi wisatawan. Buat Nusa Penida selalu menarik untuk wisatawan lokal dan asing,” tegasnya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.