NEGARA, BALIPOST.com – Puluhan peserta Pelatihan Pemandu Wisata Buatan (recreation/theme park) yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jembrana, mengunjungi Desa Blimbingsari di Kecamatan Melaya. Salah satu desa wisata andalan di Kabupaten Jembrana ini memiliki keunggulan salah satunya mengusung konsep community based tourism (CBT) atau berbasis kemasyarakatan.

“Di hari terakhir (pelatihan), para peserta kami ikutkan untuk studi lapangan di Desa Blimbingsari,” ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta yang merupakan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan desa wisata mengunjungi sejumlah lokasi di Desa Blimbingsari. Seperti di Tourist Information Center (TIC) dan Family Park Nyiur Melambai.

Di lokasi waterpark ini, rombongan diterima pengelola dan dijelaskan latar belakang dibangunnya obyek ini. Selain itu juga dijelaskan terkait sarana dan fasilitas di desa wisata ini.

Mirah menyebutkan kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan yang berlangsung selema tiga hari sejak Senin (16/9) hingga Rabu (18/9). Pelatihan ini dilakukan guna menunjang pembangunan dan pengembangan pariwisata di Jembrana, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang Kepariwisataan.

Baca juga:  Peradah Bali Bangun "Mindset" Wirausaha Mahasiswa

Melalui kegiatan pelatihan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta mampu mengimplementasikan kompetensi dengan sikap dasar dan etika yang baik, meningkatkan kinerja, mampu melayani dan bersikap profesional. “Sehingga diharapkan, ke depan, sektor pariwisata menjadi penggerak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya mendampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jembrana, I Nengah Alit.

Pelatihan mengangkat tema “Mari Tingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Pelayanan kepada Wisatawan” ini, sedikitnya diikuti 50 peserta dari unsur Pokdarwis dan Desa Wisata di Jembrana. Di antaranya dari Des Delodberawah, Perancak, Candikusuma, Ekasari, Desa Yeh Kuning, Pangyangan, Blimbingsari dan kelurahan Gilimanuk serta pengelola museum manusia purba.

Selama dua hari, puluhan peserta dari unsur pokdarwis dan desa wisata ini mendapatkan pelatihan dari sejumlah narasumber. Berlanjut dengan studi kunjungan di Desa Blimbingsari. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.