Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Psikopat sangat pandai berpura-pura sehingga ciri-cirinya sulit dikenali. Kelainan psikopat sering menjadi tema film atau cerita fiksi dan horor.

Beberapa peristiwa kriminal yang tergolong sadis dan menjadi topik pemberitaan pun tidak jarang dilakukan oleh pengidap psikopat. Kelainan mental psikopat memang tidak mudah dikenali.

Namun, ada sejumlah ciri-ciri yang dimiliki psikopat. Ciri-ciri ini bisa diketahui oleh profesional kesehatan jiwa untuk memastikan seseorang memiliki kelainan ini.

Dikutip dari Tempo.co, psikopat adalah jenis kelainan spektrum yang dapat didiagnosis menggunakan Hare Psychopathy Checklist. Kriteria ini terdiri dari 20 ciri-ciri psikopat.

Daftar kriteria tersebut awalnya dikembangkan oleh peneliti Robert Hare asal Kanada pada tahun 1970an. Diagnosis mengenai spektrum psikopat hanya bisa dilakukan oleh psikiater dan psikolog klinis. Berikut ciri-ciri psikopat yang akan diamati seperti :

1. Menampilkan pesona diri yang palsu atau dangkal.
2. Selalu butuh stimulasi dan sangat cepat merasa bosan.
3. Pembohong patologis. Psikopat mudah sekali berbohong tanpa alasan dan tanpa rasa bersalah.
4. Grandiose atau merasa dirinya sangat hebat.
5. Tidak memiliki rasa penyesalan atau rasa bersalah.
6. Tidak memiliki afeksi atau rasa kasih sayang). Bila pun ada, afeksinya dangkal.
7. Tak berperasaan dan tak punya empati.
8. Manipulatif dan suka menipu.
9. Gaya hidup parasit, misalnya selalu membebani orang lain.
10. Tidak ada atau kurangnya kendali perilaku.
11. Tidak memiliki tujuan jangka panjang yang realistis.
12. Impulsif.
13. Tidak bertanggung jawab.
14. Menolak untuk menerima konsekuensi dari perilakunya.
15. Perilaku seksual promiskuitas, seperti berganti-ganti pasangan.
16. Memiliki banyak hubungan asmara atau pernikahan yang hanya bertahan dalam waktu singkat.
17. Adanya gangguan perilaku pada usia dini.
18. Terlibat kenakalan remaja.
19. Mampu melakukan berbagai jenis tindakan kriminal.
20. Jika dipenjara, kesempatan bebas bersyaratnya biasa dicabut.

Baca juga:  Beri Kuliah Umum, Mendag Bagi-bagi Tips Hadapi Perdagangan Bebas

Kebanyakan pengidap psikopat yang sudah dewasa tidak mempan diobati dan sulit disembuhkan. Penyebab kelainan jiwa ini diduga merupakan kombinasi dari anatomi otak dan faktor lingkungan ketika penderita tumbuh.

Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa otak psikopat mengalami gangguan atau kelainan pada bagian yang bertanggung jawab terhadap perasaan empati. Ada koneksi yang putus di antara amigdala dan korteks prefrontal di otaknya.

Sebagian dari profesional di bidang kesehatan jiwa berpendapat bahwa obat-obatan dan terapi kognitif masih bisa memperbaiki bagian otak yang rusak tersebut karena otak punya sifat neuroplastis. Masalahnya, para psikopat tidak akan jera karena hukuman.

Karena tidak memiliki rasa bersalah dan rasa penyesalan, psikopat tidak akan takut dan tidak bisa belajar dari hukuman yang diberikan. Sementara beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa sejumlah model percobaan yang berfokus pada penguatan positif (positive reinforcement) terhadap para psikopat nampaknya memberikan hasil yang baik.

Para peneliti dari University of Saskatchewan di Kanada juga menyimpulkan bahwa para psikopat pelanggar hukum yang dipenjara dan menjalani terapi, memiliki tingkat residivisme (kecenderungan untuk mengulang perbuatannya) yang lebih rendah. Banyak pula peneliti kesehatan mental yang meyakini bahwa tidaklah terlalu penting untuk memikirkan apakah sifat dan ciri-ciri psikopat bisa disembuhkan. Yang lebih penting adalah mengusahakan bagaimana sifat-sifat psikopat tersebut dapat dikendalikan. (Goes Arya/balipost)

Sumber: Tempo.co

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.