MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebuah selang tabung Amoniak yang berada dalam pabrik Es Semilang, berlokasi di jalan Segara Madu, Kedonganan mengalami kebocoran, Minggu (15/9). Akibat pecahnya selang tersebut, gas Amoniak menguap ke udara dan megakibatkan udara tercemar.

Bau gas yang menyengat tersebut, membuat warga yang tinggal di sekitar pabrik mengalami gangguan pernapasan. Mereka pun berhamburan mencari lokasi yang lebih aman.

Ditemui di lokasi kejadian, seorang mekanik pabrik, Roni (30) menuturkan, kejadian kebocoran selang ini terjadi saat dirinya akan melakukan maintenance. Dikatakannya, kejadian bocornya selang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Pihaknya menyebut, kemungkinan bocornya selang, karena umur selang yang memang sudah saatnya harus diganti. “Tadi saya sedang maintenance, pas mau diperbaiki saat akan pindah gas, tiba-tiba selang pecah. Mungkin selangnya sudah lama,” katanya menuturkan.

Karena bau sangat menyengat, Roni mengatakan, masyarakat sekitar berhamburan mencari lokasi yang aman. Bahkan ada yang lari ke pantai.

Untuk penanganan, pihaknya dibantu petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Badung. Sebanyak delapan petugas yang terdiri dari empat tim rescue dan empat tim damkar, turun dengan peraoatan lengkap.

Baca juga:  Atap Wewarungan Bocor, Proses Belajar Mengajar Terganggu  

Setelah dilakukan pengecekan dan kebocoran gas berhasil ditangani, kondisi di dalam pabrik kembali normal. Dijelaskannya, dilokasi pabrik seluas 50 m x 50 m milik warga lokal, Ketut Yutama, ada sebanyak tiga tabung Amoniak dengan ukuran diameter 60 cm panjang 4 m.

Masing-masing tabung ini kata dia, memiliki kapasitas 250 kg. Saat terjadi kebocoran, tabung ini terisi sebanyak 1/4 gas Amoniak.

Dikatakan, untuk satu tabung ini, kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 800 balok es batu. “Kebocoran ini baru pertama terjadi, karena umur selang sudah lama,” pungkasnya.

Sementara, Komandan Rescue Damkar Badung, Agung Mahendra ditemui di lokasi menyebutkan, pihaknya menurunkan sebanyak 4 tim rescue dengan peralatan lengkap dan empat tim pemadam kebakaran. Yakni dengan mengenakan peralatan Masker Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Peralatan ini, kata dia, digunakan sebagai alat bantu pernapasan, saat melakukan pengecekan ke dalam pabrik. “Dari pengecekan, keran saluran sudah ditutup untuk menghentikan aliran gas. Sudah aman, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” bebernya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.