Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto memberikan pembekalan tentang Wasbang kepada ratusan mahasiswa baru IKIP PGRI Denpasar. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Generasi muda mempunyai peluang mengisi kemerdekaan memajukan Bangsa Indonesia sehingga lebih besar. Untuk mencegah jangan sampai bangsa ini hancur karena masalah perbedaan dan moralitas maka rakyat Indonesia harus memiliki wawasan kebangsaan.

Selain itu harus memiliki kesepakatan jiwa dalam kebersamaan, persatuan dan senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran serta tekad bersatu. Hal tersebut disampaikan Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, saat memberikan pembekalan tentang wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada ratusan mahasiswa baru IKIP PGRI Denpasar, Kamis (5/9) di kampus setempat. “Jika kita bersatu padu, bergotong royong, menyatukan tekad dan semangat, banyak hal yang bisa diraih. Mulai dari menghancurkan penjajah yang ratusan tahun telah menjajah kita serta meraih kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju masyarakat adil dan makmur,” tegasnya.

Seiring berjalannya waktu hingga mengisi kemerdekaan, menurutnya, bangsa ini dirongrong oleh berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri berupa agresi militer Belanda yang dibantu oleh Sekutu.

Sedangkan dari dalam negeri berupa tindakan pemberontakan namun dengan semangat persatuan dan kesatuan NKRI tetap berdiri tegak yang berideologikan Pancasila sebagai dasar negara. “Peluang bangsa ini untuk maju sangat luar biasa, tetapi tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa,” ungkapnya.

Baca juga:  Radikalisme Embrio Lahirnya Terorisme

Dandim juga mengulas sejarah berdirinya bangsa ini. Mulai dari sejarah kerajaan besar Nusantara yang sangat termasyur di jamannya, yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Dua kerajaan tersebut mengalami keruntuhan dan kehancuran karena ribut sehingga tidak bisa mempertahankan persatuan negara. “Bangsa kita banyak memiliki pejuang pemberani untuk melawan penjajah. Namun perjuangannya masih bersifat kedaerahan dan hal ini yang sangat mudah dipatahkan oleh kaum penjajah,” ujar Kolonel Puguh.

Hingga lahirlah Sumpah Pemuda sebagai awal terwujudnya tekad perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sehingga timbul semangat juang dengan motto “Merdeka atau Mati” Kebersamaan dalam perjuangan dan percaya pada kemampuan sendiri. Negara Kesatuan Republik Indonesia akhirnya diploklamirkan. Perjuangan yang bersifat nasional tersebut pada puncaknya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.