Sejumlah petugas damkar dibantu warga berupaya memadamkan api yang membakar Pura Puseh Banyubiru. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pura Puseh Desa Pakraman Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana, Senin (2/9) sore terbakar. Sedikitnya lima palinggih beratap ijuk di Utama Mandala Pura dilalap si jago merah. Api cepat merambat karena bahan yang mudah terbakar dan faktor angin.

Kebakaran di pura yang baru ngenteg linggih pada 2014 itu dipicu oleh pembakaran sampah di lahan sebelah timur pura. Saat itu warga membakar sampah dan tak disadari angin yang cukup kencang membuat bara api terbang hingga ke areal pura. Pertama kali diketahui api membakar bagian atap ijuk di Gedong Brahma. Kepulan asap muncul dari Utama Mandala dan dengan cepat merembet ke palinggih lainnya.

“Sekitar jam empat sudah banyak asap. Anginnya kencang sehingga api cepat merembet. Dua palinggih di madya juga kena,” ujar Wayan Astawa, warga yang pertama kali melihat kebakaran. Warga berupaya memadamkan api, tetapi tak berhasil, karena sudah menyebar. Total lima palinggih yang ludes terbakar dan semuanya beratapkan ijuk.

Baca juga:  Penjadwalan Sekolah Sembahyang ke Besakih

Bagia Parahiyangan, Wayan Polen, mengungkapkan palinggih yang terbakar di Utama Mandala di antaranya, Gedong Brahma, Taksu, Meru Tumpang Pitu, Meru Tumpang Telu dan Pepelik. Sementara di madya mandala yang terbakar palinggih Rambut Sedana. Satu dari tiga pratima juga ikut terbakar. Kerugian diperkirakan Rp 1,3 miliar. Kebakaran ini membuat sedih para pangempon, apalagi pada Purnama ketiga (hanya hitungan hari) ini akan dilangsungkan piodalan di pura.

Selain damkar, petugas dari forensik Polres Jembrana juga turun ke lokasi. Kendati api sudah padam, petugas damkar memastikan api sudah benar-benar padam. Tidak ada korban dalam musibah ini. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.