Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengecek Pasar Bona yang terbakar pada akhir 2018 lalu. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Revitalisasi Pasar Bona yang sejak lama ditunggu pedagang, ternyata tidak bisa terealiasi tahun ini. Pasalnya, anggaran dari pemerintah pusat untuk revitalisasi bangunan yang terbakar pada akhir 2018 itu telah dicoret. Kini, Bupati Gianyar I Made Mahayastra kembali menjanjikan revitalisasi pasar tersebut menggunakan APBD Gianyar pada 2020 mendatang.

Bupati Mahayastra sebelumnya yakin anggaran dari pemerintah pusat bisa diperoleh untuk revitalisasi pasar tersebut. Sebab, di pos dana TP di pusat untuk Gianyar ada tulisan dan angkanya, sehingga tahapan selanjutnya ada pengecekan lapangan, ”Namun, kemudian ada klarifikasi saat cek lapangan, dianggap tidak memenuhi syarat,“ terangnya, Senin (2/9).

Salah satu alasan dinilai tidak memenuhi syarat lantaran Kabupaten Gianyar sudah digelontorkan bantuan pusat senilai ratusan miliar untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Jadi, agar bantuan tidak numplek di Gianyar. Melihat kondisi ini, Bupati Gianyar berharap pedagang bersabar mengingat Pasar Bona akan dibangun tahun 2020.

Baca juga:  Disoroti, Silpa di Sejumlah OPD Denpasar

Mahayastra optimis revitalisasi Pasar Bona bisa terealisasi pada 2020, terlebih anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut sekitar Rp 6 miliar. “Kita akan kerjakan pada APBD 2020. Apalagi untuk ukuran APBD Gianyar yang mencapai Rp 2,6 triliun, Rp 6 miliar (untuk revitalisasi Pasar Bona-red) itu tidak besar, “ tandasnya.

Diberitakan sebelumnya insiden kebakaran terjadi di Pasar Bona di Jalan Raya Bona, Kecamatan Blahbatuh, pada 18 Desember 2018 pukul 01.00 Wita. Akibat kejadian ini, puluhan kios milik pedagang terbakar, dengan kerugian total Rp 2 miliar. Pascakebakaran itu, pedagang Pasar Bona harus berjualan di tempat relokasi yakni di wantilan pura desa yang berada di sebelah timur pasar yang terbakar. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.