DENPASAR, BALIPOST.com – Kesadaran tertib berlalu lintas di Bali masih rendah, kondisi ini dikuatkan dengan jumlah pelanggar Operasi Patuh tahun 2018 sebanyak 10.502 pelanggaran. Hal paling mencolok yang jadi sorotan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose adalah masih banyak pengendara sepeda motor mengenakan udeng saat berangkat sembahyang. Apalagi Bali diharapkan menjadi provinsi atau pulau tertib berlalu lintas.

“Orang Bali sendiri harus menunjukkan bahwa mereka juga berbudaya lalu lintas yang baik tapi tidak meninggalkan kearifan lokal. Saya rasa kearifan lokal itu bisa terlaksana, contohnya kalau memang harus berangkat sembahyang memakai udeng silahkan, tapi pakai helm dulu udang buka. Sesudah pakai helm (tiba di tempat sembahyang-red) kemudian memakai udeng,” tegas Kapolda Golose usai jadi Irup Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2019 di Lapangan Iptu S. Soetardjo Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Kamis (29/8).

Menurutnya, melalui pariwisata Bali bisa menghasilkan devisa untuk negara. Merujuk statemen Menteri Pariwisata adalah 7 miliar Dolar Amerika dihasilkan dari pariwisata Bali dari 19 miliar Dolar Amerika devisa yang masuk ke Indonesia untuk turisme. Meski demikian, Golose berharap masyarakat Bali tidak boleh meninggalkan budaya lalu lintas yang baik.

“Orang Indonesia kalau ke Singapura jadi tertib. Orang Singapura kalau ke Indonesia, maaf ke daerah Batam misalnya jadi tidak tertib. Kalau (ingin) turis ke Indonesia harus tertib, berarti orang lokal atau masyarakat Bali sendiri harus menunjukkan bahwa mereka juga berbudaya lalu lintas yang baik,” tegasnya.

Baca juga:  Kapolda Bali Ganti Lima Kapolres dan Kabid Dokkes

Terkait pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019, jenderal bintang dua di pundak ini mengungkapkan, juga dilakukan operasi simpatik. “Saya sudah sampaikan juga secara berjenjang kepada anggota apabila tidak patuh akan dilakukan penegakan hukum, tentunya dengan proses-proses yang ada. Tapi saya berharap dan mengimbau kepada masyarakat Bali jadilah daerah wisata yang baik dan tertib,” ujar lulusan Akpol 1988 ini.

Tunjukkan budaya lalu lintas yang baik sehingga Bali terkenal bukan hanya sebagai daerah wisata, tetapi sebagai daerah atau provinsi atau pulau yang tertib berlalu lintas.

Sedangkan Operasi Patuh dilaksanakan Ditlantas Polda Bali berserta jajarannya ini melibatkan instansi terkait diantaranya TNI dan Dishub, berlangsung mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019.

Berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, jumlah kecelakaan lalu lintas pada Operasi Patuh tahun 2018 sebanyak 76 kejadian, mengalami peningkatan 41 kejadian atau 117% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 35 kejadian. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia pada Operasi patuh tahun 2018 sebanyak 9 orang. Mengalami penurunan sebanyak 4 orang atau -25% dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebanyak 12 orang.

Untuk jumlah korban luka berat sebanyak 9 orang, mengalami peningkatan 5 orang atau 125% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebanyak 4 orang. Pada Operasi Patuh tahun 2018 terjaring 10.502 pelanggar, mengalami penurunan 2% dari tahun 2017. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.