DENPASAR, BALIPOST.com – Dedikasi dan totalitas Putu Putri Suastini Koster dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali memang tak terbantahkan. Sejak usia lima tahun, istri Gubernur Bali Wayan Koster ini sudah menggeluti dunia seni.

Berawal dari seni tari, kemudian menjelajah panggung teater, merambah bidang puisi, MC hingga bermain drama klasik Bali. Tentunya, dunia seni yang kini melambungkan namanya itu tidak diterjuninya secara instan.

Namun, melewati proses panjang dan melelahkan selama berpuluh-puluh tahun. Pergulatannya yang intensif dengan dunia seni ini membuat perempuan kelahiran Denpasar, 27 Januari 1966 ini sangat terketuk hatinya melihat semangat berkesenian generasi muda Bali saat ini yang makin membuncah.

Diakuinya, sejatinya Bali memiliki barisan panjang seniman muda berkualitas dengan karya-karya seni yang mengagumkan. Namun, belum begitu banyak dari seniman muda tersebut yang namanya terangkat ke permukaan sehingga belum dikenal luas oleh publik.

Salah satu penyebabnya, mereka memiliki akses yang terbatas untuk menampilkan atau mempromosikan karya-karyanya. “Pemprov Bali dan pemkab/pemkot di Bali memang sudah berupaya untuk memberikan ruang yang lebih lapang bagi seniman muda dari berbagai cabang seni itu untuk berkreativitas dan menunjukkan eksistensinya. Salah satunya, dengan mengoptimalkan keterlibatan seniman muda di ajang Pesta Kesenian Bali,” ujar Putri Suastini, Sabtu (24/8).

Menurut seniman teater yang juga dikenal sebagai penyair mantra ini, dalam setiap kesempatan dirinya juga mencoba mendekati kalangan dunia usaha atau pengusaha agar tergerak untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Bali. Mereka digugah mau memerankan diri sebagai bapak asuh untuk ikut membina dan “menyantuni” komunitas seniman yang ada di sekitarnya.

Baca juga:  Lebih Tinggi dari Liberty di AS, Jokowi Sebut GWK Mahakarya Anak Bangsa

Contoh sederhananya, komunitas seniman tersebut dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang digelar dunia usaha tersebut. Selain itu, dunia usaha juga diyakini memiliki link yang cukup luas sehingga bisa ikut mempromosikan para seniman tersebut untuk mengikuti event-event yang levelnya tidak hanya lokal Bali semata, tapi juga menjelajah jagat seni di tingkat nasional bahkan internasional.

“Saya meminta dan sangat berharap kepada dunia usaha bisa bertindak selaku bapak asuh bagi para seniman Bali. Pihak dunia usaha juga pasti memiliki link yang cukup luas untuk membawa seniman Bali tampil di event-event yang levelnya lebih tinggi, yakni di pentas nasional maupun internasional. Mereka inilah yang nantinya kita harapkan menjadi duta seni budaya Bali di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Putri Suastini mengaku akan terus menerus berjuang agar ada lebih banyak wadah atau upaya konkret. Sehingga anak-anak muda Bali mau berkecimpung di dunia seni budaya. “Dengan interaksi pada seni budaya, rasa humanis seseorang akan lebih terasah,” tegasnya. (Wayan Sumatika/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.