DENPASAR, BALIPOST.com – HardysCorp yang didirikan oleh Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997 yang saat ini telah melepas seluruh unit bisnisnya untuk penuntasan kewajiban pada seluruh kreditur, setiap Anniversary HardysCorp selalu melakukan kegiatan CSR HardysPeduli. Sebagai rangkaian acara terakhir dari Anniversary ke 22 HardysCorp 11 Juli 2019, HardysCorp melaksanakan kegiatan itu dengan konsep baru Jnana Yadnya yaitu memberikan edukasi tentang Pasar Modal kepada anak-anak Ashram/Panti/Desa se-Bali.

HardysCorp bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan MNC Sekuritas melaksanakan sosialisasi “Yuk Nabung Saham.” Kegiatan ini merupakan program atau kampanye pemerintah untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di Pasar Modal.

CSR Jnana Yadnya dengan konsep baru ini dilaksanakan pertama kali oleh HardysCorp di Ashram Gandhi Puri pada Jumat (26/7) yang diikuti oleh Keluarga Ashram Gandhi, Keluarga HardysCorp, serta Founder dan generasi muda penerus HardysCorp (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy). HardysCorp melalui HardysFoundation dalam kegiatan CSR HardysPeduli kali ini memberikan bantuan sembako senilai Rp 3.000.000 serta yang utama adalah Pinjaman Modal Usaha Investasi Saham kepada Ashram Gandhi Puri Sebesar Rp 120.000.000.

Baca juga:  Ini, Strategi DMC Puaskan Pelanggannya

Gus Indra Udayana selaku Pendiri dan Pengasuh Ashram Gandhi Puri mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy selaku Founder dari HardysCorp kepada Ashram Gandhi Puri atas edukasi tentang investasi saham dan bantuan pinjaman modal usaha untuk Investasi saham serta bantuan sembako. Gus Indra Udayana menegaskan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral yang diberikan kepada Ashram Gandhi Puri. Diharapkan dari hasil Investasi saham tersebut dapat digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anak di Ashram Gandhi Puri secara mandiri.

Melalui konsep CSR Ilmu Pengetahuan (Jnana Yadnya), HardysCorp mengharapkan dapat mengedukasi masyarakat anak muda Bali untuk mulai berinvestasi sejalan dengan Program Pemerintah “Yuk Nabung Saham.” Diharapkan juga bisa mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang awalnya menabung uang menjadi menabung saham, sehingga masyarakat Indonesia mulai bergerak dari saving society menjadi investing society. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.