Ilustrasi kebakaran

MANGUPURA, BALIPOST.com – Membakar sampah bagi sebagian masyarakat merupakan salah satu kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Cara ini masih dianggap sebagai jalan pintas untuk menyingkirkan tumpukan sampah yang bisa menimbulkan berbagai penyakit. Padahal, aktivitas membakar sampah justru akan memunculkan berbagai masalah baru.

Selain berefek pada kesehatan dan lingkungan, pembakaran sampah sembarangan sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran yang tentunya akan menimbulkan kerugian harta benda bahkan korban jiwa.

Dikonfirmasi, Minggu (21/7), Kadis Damkar Badung I Wayan Wirya, S.E, M.Si. mengakui saat ini kesadaran masyarakat masih sangat kurang untuk tidak membakar sampah sembarangan. Bahkan, data kebakaran Damkar Badung, dari 24 kasus kebakaran pada dua bulan terakhir yaitu Juni hingga pertengahan Juli 2019, 12 di antaranya disebabkan oleh aktivitas membakar sampah sembarangan. ”Ini harus dihentikan agar tidak terjadi lagi hal serupa. Selama bulan Juni hingga pertengahan Juli 2019, kami mencatat setengahnya dari seluruh kejadian kebakaran diakibatkan oleh aktivitas pembakaran sampah,” ujarnya.

Baca juga:  Sebulan, Kerugian Bencana di Badung Diperkirakan Lebih dari Rp 3 Miliar

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Dinas Damkar sudah sering memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat secara rutin, baik itu melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan dari tingkat sekolah, masyarakat desa maupun perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Imbauan dan edukasi dimaksudkan untuk menghentikan kebiasaan pembakaran sampah.

Diakui Wirya, selama ini sampah merupakan sebuah permasalahan yang tak kunjung usai. Efek yang diakibatkan oleh sampah terhadap lingkungan makin hari semakin parah. Untuk itu ia berharap masyarakat selalu mengikuti aturan pemerintah. “Bagaimana kita secara bijak mengolah sampah agar memiliki nilai ekonomi atau mengubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan. Dengan pengelolaan sampah yang benar, kita dapat membantu menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan,” pungkasnya.  (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.