I Nyoman Sugawa Korry. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Berbagai harapan muncul dalam rencana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah sebagai organisasi perangkat daerah baru di lingkungan Pemprov Bali. Wacana yang digulirkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini dinilai sangat sejalan dengan wacana yang berkembang di masyarakat, utamanya untuk menunjang pengembangan sektor pertanian dan UMKM di Pulau Dewata.

“Hal ini juga sejalan dengan wacana yang sejak dulu didorong oleh fraksi Partai Golkar agar pemda segera mendorong terbentuknya lembaga research and development di tingkat provinsi,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Minggu (21/7).

Menurutnya, lembaga semacam ini sudah sejak lama ada di negara-negara maju seperti Jepang, bahkan Taiwan, terutama di pemerintah setingkat provinsi dengan didukung oleh lembaga penelitian atau laboratorium modern. Khusus di Bali, laboratorium untuk penelitian di bidang pertanian dan pengembangan UMKM, koperasi, LPD dan BUMDes harus lebih diprioritaskan. Di bidang pertanian misalnya, sangat urgen dilakukan penelitian untuk mengatasi penyakit tanaman seperti CVPD pada jeruk, busuk batang vanili, penyakit pisang, dan lainnya.

Inovasi dibutuhkan pula dalam industri pengolahan hasil pertanian. “Begitu juga pengembangan bibit unggul tanaman yang berbasis plasma nuftah Bali, yang sesuai dengan kontur dan iklim Bali,” imbuh Politisi Golkar asal Buleleng ini.

Baca juga:  Aset Pemprov Bali

Penelitian dan pengembangan di bidang UMKM, lanjut Sugawa Korry, sangat penting untuk menunjang inovasi dan kreativitas pengembangan produk-produk khas Bali, mengingat UMKM belum mampu mengadakan research and development sendiri. Selain itu, riset-riset di bidang sosial, ekonomi, dan politik penting dilakukan, seperti riset kepuasan masyarakat terhadap kebijakan publik, orientasi kewirausahaan generasi muda Bali, pengaruh akulturasi budaya terkait dampak pengembangan pariwisata, kebijakan pemerintah, dan lainnya.

“Kalau kita punya lembaga research and development yang baik dan modern, ke depan juga bisa berfungsi sebagai daya tarik wisatawan karena wisatawan bisa berwisata sekaligus melakukan riset,” paparnya.

Terkait implementasi terbentuknya Badan Riset dan Inovasi Daerah ini, Sugawa Korry menyarankan agar diawali dengan penyusunan tupoksi yang jelas. Kemudian, OPD tersebut hendaknya dipimpin oleh figur yang mumpuni di bidang riset dan memiliki kemampuan leadership yang baik. Nantinya, Badan Riset dan Inovasi Daerah agar bersifat mengkoordinasikan tenaga-tenaga dari perguruan tinggi di Bali yang bisa juga bekerja sama dengan perguruan tinggi nasional dan internasional. “Badan Riset dan Inovasi tidak perlu punya tenaga peneliti sendiri, cukup mengkoordinasi dan mendukung anggaran,” pungkasnya. (Rindra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.