DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial Provinsi Bali bekerjasama dengan Yayasan Relawan Bali menggelar kegiatan  sosial “One Day For Children” di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (20/7). Kegiatan sosial ini menghadirkan sebanyak 250 anak yatim/kurang mampu dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Seluruh anak kurang mampu tersebut diberikan bantuan uang tunia dan perlengkapan sekolah dan juga dihibur dengan berbagai games. Pada kesempatan ini, sekaligus dilakukan peresmian Yayasan Relawan Bali oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra, SH.,MH., bersama Ketua Yayasan Relawan Bali, Wayan Andy Karyasa, yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra, SH.,MH., mengatakan kesenjangan sosial, seperti anak terlantar, miskin, kesehatan tidak baik dan putus sekolah adalah hal yang harus menjadi perhatian pemerintah bersama masyarakat untuk selalu melakukan pendampingan. Apalagi, jumlah anak terlantar di Bali saat ini mencapai kurang lebih 3.000 orang anak.

Namun, anak terlantar tersebut telah terdata dan telah diberikan pendampingan melalui kegiatan-kegiatan sosial. Bahkan, diantara mereka telah masuk ke panti asuhan.

Penyebab terlantarnya anak-anak tersebut, dikatakan karena beberapa faktor. Salah satunya karena miskin lalu putus sekolah.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, relawan, komunitas yang ada di Bali agar ikut berpartisipasi untuk melakukan pendampingan dan memenuhi hak-hak anak terlantar ini, terutama masalah kesehatan dan pendidikan. “Semoga apa yang telah dilakukan Relawan Bali selama 14 tahun dalam melalukan pendampingan kepada anak-anak terlantar di Bali bisa terus berlanjut dan memotivasi masyarakat, relawan dan komunitas lainnya untuk tergerak hatinya peduli terhadap sesama,” tandas Dewa Mahendra di sela-sela pembukaan “One Day For Children, Sabtu (20/7).

Baca juga:  Hasil Otopsi Mayat Mr X Nihil Kekerasan Maupun Diracun 

Ketua Yayasan Relawan Bali, Wayan Andy Karyasa, mengatakan Relawan Bali telah ada sejak 2005 silam. Berawal di 2005, ketika itu ia mulai melakukan kegiatan kemanusiaan. Relawan ini menyebar di seluruh Bali dan siap menjadi perpanjangan tangan dari masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya untuk anak-anak terlantar.

Relawan ini kebanyak berasal dari keluarga sederhana yang tahu bagaimana susahnya menjadi orang miskin. Bahkan, Andy sendiri sebagai penggagas Relawan Bali terlahir di sebuah keluarga yang sangat miskin dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.

“Saya pernah mengalami menjadi anak sangat miskin, dan sangat ingin melakukan sesuatu agar orang yang mengalami kisah seperti saya bisa tertolong. Apalagi, berbagi itu tidak harus menunggu kaya, menolong tidak harus dengan uang, tapi yang utama dalah niat yang tulus dan perjuangan,” ujar Andy.

Selama 14 tahun menjalankan misi kemanusiaan yang didukung dari berbagai donatur, pada 2018 Andy berhasil memgumpulkan donasi sebanyak Rp 2,5 miliar. Donasi ini disalurkan ke seluruh Bali dalam bentuk sembako, bedah rumah, biaya sekolah, dan lainnya dengan transparans. (Winatha/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.