SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga di Dusun Yeh Ketipat Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada dikejutkan dengan terbakarnya bangunan rumah permanen, Senin (15/7). Rumah yang juga dijadikan toko dengan tiga lantai itu diketahui milik Jro Nengah Miardi (75).

Saat kejadian, bangunan permanen berukuran 5 x 8 meter persegi itu kosong karena pemiliknya menghadiri upacara agama kerabatnya di Kota Singaraja.

Informasi dikumpulkan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, warga menemukan kepulan asap dari dalam kamar.

Asap semakin mengepul tebal dan tidak berselang lama, api membumbung tinggi membakar bangunan rumah. Api dengan cepat merembet membakar perlengkapan rumah tangga dan barang dagangan milik korban.

Upaya menyelamatkan barang-barang berharga gagal dilakukan karena api semakin besar. Apalagi, di dalam toko terdapat tabung elpiji yang dijual korban.

Beberapa menit kemudian, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng menerjunkan tiga unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. Petugas dan warga berusaha memadamkan api.

Api akhirnya baru baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita. Pemadaman berlangsung sekitar dua jam itu karena banyak barang yang mudah terbakar, sehingga api cepat membakar seisi bangunan.

Baca juga:  Pura Paibon Terbakar Gara-gara Api Pembakaran Sisa Kayu

Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, hasil penyelidikan awal diketahui kebakaran terjadi ketika pemilik rumah dan keluarganya meninggalkan rumah untuk menghadiri upacara agama kerabatnya di Kota Singaraja. Korban meninggalkan rumahnya sekitar pukul 08.00 Wita.

Sekitar pukul 13.30 Wita, tiba-tiba tetangganya menemukan percikan api di salah satu ruang kamar rumah korban. Tidak berselang lama, percikan api itu cepat membasar hingga membakar seisi rumah.

Untuk sementara, polisi masih mengumpulkan keterangan korban dan saksi lain untuk mengetahui penyebab kebakaran. Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. “Informasi di lapangan pemiliknya pergi ke Singaraja dan rumahnya kosong, kemudian ada meliat api di dalam rumah dan terus membesar. Warga kemudian meminta bantuan pemadaman dan api sudah besar ingga dagangan dan barang berharga milik korban tidak bisa diselamatkan,” katanya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.