Sejumlah karyawan Perusda BMB sedang membersihkan panel surya di PLTS Bangklet. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Produksi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi meningkat sebesar 52,79 persen selama tiga bulan terakhir. Peningkatan terjadi setelah pihak Perusahaan Daerah Bhukti Mukti Bhakti (Perusda BMB) melakukan upaya perbaikan terhadap sejumlah komponen serta pembersihan panel surya yang selama ini kondisinya berlumut dan berkerak.

Direktur Perusda BMB Alit Putra, Minggu (14/7), mengungkapkan, selama ini produksi listrik yang dihasilkan PLTS tidak maksimal. Produksi mengalami penurunan hingga 50 persen dari kondisi normal.

Penurunan produksi listrik lantaran kondisi panel yang kurang terawat. Ia mengatakan banyak panel surya di PLTS kondisinya berjamur, kotor hingga berkerak. Selain itu penyebab lain karena banyaknya pepohonan yang tumbuh rimbun di sekitar lokasi PLTS yang mengakibatkan bayangan pohon menutupi panel surya. “Selain itu, penyebab lainnya karena banyak anjing yang masuk ke areal PLTS dan berjemur di atas panel,” ungkap pria yang baru menjabat sebagai direktur Perusda BMB sejak Maret 2019.

Untuk mengoptimalkan kembali produksi listrik di PLTS berkekuatan 1 MWp tersebut, pihaknya pun kemudian melakukan sejumlah upaya. Diantaranya dengan melakukan perbaikan terhadap sejumlah komponen alat yang mengalami kerusakan ringan.

Selain itu pihaknya juga melakukan metode pembersihan yang benar terhadap 5 ribu panel surya yang ada, sehingga daya serapnya kembali maksimal. “Kita bekerja sama dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk memangkas pohon-pohon, baik yang ada di areal PLTS maupun luar PLTS, agar bayangan pohon tidak jatuh ke panel. Karena dengan adanya bayangan pohon itu berpengaruh terhadap produksi listrik,” terangnya.

Baca juga:  Antisipasi Pesatnya Perkembangan Nusa Penida, PLN Siapkan PLTS di 2019

Pihaknya juga melakukan penutupan tempat yang selama ini menjadi akses masuknya anjing ke areal PLTS. Keberadaan titik air ditambah sehingga memudahkan petugas melakukan pembersihan panel.

Untuk menjaga keselamatan karyawan dalam bekerja, Perusda BMB kini membekali karyawannya dengan peralatan keselamatan seperti helm, kacamata, sarung tangan dan peralatan lain yang mendukung. “Jadi dengan itu sekarang karyawan lebih mudah melakukan pembersihan panel dibandingkan dulu,” ungkapnya.

Sementara itu disinggung mengenai penambahan panel surya untuk meningkatkan produksi listrik PLTS, Alit mengatakan tidak ada rencana. Pihaknya kini fokus melakukan peningkatan produksi dengan upaya perawatan terhadap komponen PLTS yang ada. “Upaya kita sekarang sifatnya lebih ke maintenance yang baik. Mengenai penambahan panel belum ada. Karena tidak ada yang perlu ditambah,” jelasnya.

Alit menargetkan, ke depannya PLTS di Bangklet tidak hanya menjadi penghasil listrik. Namun juga pusat wisata edukasi tentang energi terbarukan.

Dikatakannya selama ini cukup banyak perguruan tinggi maupun sekolah yang mengirimkan mahasiswa atau siswanya untuk belajar ke PLTS. “Kita ingin kedepan Bangli jadi teknopark. Selain PLTS, ada juga pembangkit listrik energi terbarukan lainnya seperti biomasa dan sampah. Teknopark ini bisa diintegrasikan dengan wisata lainnya seperti culture park, geopark, agro park, dan religion park,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.