SINGARAJA, BALIPOST.com – Kawasan hulu terutama hutan yang ada di danau Tamblingan yang menjadi kawasan resapan, harus terus dijaga. Salah satunya dengan penanaman pohon seperti yang dilakukan pada kegiatan Bali Bersih Touring and Fun, Minggu (14/7).

Kegiatan touring yang digelar serangkaian dengan HUT ke-71 Bali Post ini, sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan di kawasan Hulu. Rangkaian kegiatan Bali Bersih Touring and Fun juga bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengurangan risiko melalui pengurangan penggunaan sampah plastik, menjaga hutan sebagai identitas bangsa, himbauan membuang sampah pada tempatnya, dan upaya mengurangi dampak negatif asap rokok.

Bupati Buleleng, Agus Suradnyana (tengah) didampingi Wakil Bupati, Sutjidra melakukan penanaman pohon serangkaian Bali Bersih Touring and Fun, Minggu (14/7). (BP/edi)

Bali Bersih Touring and Fun yang dilepas Gubernur Bali Wayan Koster di lapangan Lumintang, Denpasar ini, diikuti sebanyak 200 biker. Ratusan biker yang berpartisipasi ini, selain dari kalangan umum, juga sebagian besar dari komunitas sepeda motor Honda.

Kegiatan ini merupakan kerjasama dengan pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Sampoerna untuk Indonesia, Astra Motor Bali, serta sejumlah sponsor lain.

Selain melakukan penanaman ratusan pohon dan aksi bersih sampah plastik, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penebaran benih ikan Nila sebanyak 10.000 ekor ke danau Tamblingan. Turut hadi pada kegiatan tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng.

Penebaran benih ikan nila di Danau Tamblingan. (BP/edi)

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada Bali Post yang telah memprakarsai kegiatan pelestarian lingkungan ini. Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, akan semakin banyak lagi orang yang peduli lingkungan, semakin banyak lagi orang peduli terhadap alam terutama terkait masalah sampah plastik.

Baca juga:  TNI Gelar Penghijauan di Pesisir Yeh Gangga

Dengan demikian, program Gubernur Bali yaitu Nangun Sat kerthi Loka Bali benar benar bisa diimplementasikan untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup di Bali. Dijelaskannya, kawasan danau Tamblingan sejak zaman Belanda, memang sengaja dibuat kebun kopi, untuk menjaga ekosistem di kawasan tersebut.

Karena diakuinya, tanaman kopi merupakan tanaman yang cukup luar biasa sebagai media konservasi untuk hidropolis lahan. Tapi seperti diketahui, sekarang masyarakat lebih banyak memilih untuk kepentingan ekonomi dengan cara menanam bunga dan sayur yang mengakibatkan kawasan tersebut menjadi gundul.

Hal ini, kata dia, tentu akan mengakibatkan kabupaten Buleleng semakin kering karena kawasan resapan semakin berkurang. Ke depan, untuk mengembalikan kawasan hulu agar tidak gundul, pihaknya memiliki konsep bagaimana membuat petani agar kembali menanam kopi sambil bisa menikmati pariwisata.

Sehingga kehidupan dari pariwisata nantinya bisa memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan. “Dengan semakin lestari lingkungannya, tentu akam semakin ramai kunjungan wisatanya,” pungkasnya.

Pihaknya selaku kepala daerah di Buleleng, akan berupaya untuk menjaga, mengembalikan, melestarikan lingkungan, serta menjaga ekosistem yang ada di kabupaten Buleleng. Mengingat kabupaten Buleleng selain memiliki 32 persen luas hutan di Bali, Buleleng juga memiliki 7 kawasan hutan desa yang sudah diberikan ijinnya oleh kementerian.

Ini, kata dia, akan dirawat untuk pemanfaatan dalam rangka mendukung kegiatan kepariwisataan dan lingkungan. Tentu ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun juga harus bersama sama. “Kami berharap, ke depan akan semakin banyak lagi perusahaan besar untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan,” harapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.