DENPASAR, BALIPOST.com – PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memperkenalkan KLX 230,  di Jakarta Fair Kemayoran, Rabu (22/5). Sepeda motor dual purpose ini pun dihadirkan di Bali mulai Sabtu (13/7) dengan penyerahan 10 motor secara simbolis kepada pelanggan yang sudah membeli.

Motor bertenaga, ringan, dan mudah bermanuver ini, menurut GM Duta Intika Bali, Laksana Tiza Farli, merupakan produk yang benar-benar baru. “Kawasaki menciptakan pasar baru 230. Selama ini untuk jenis trail, kelasnya 150 dan 250 CC,” sebutnya.

Ia mengatakan produk ini terbilang istimewa karena memadukan ringannya kelas 150 CC dan tenaga 250 CC. Diutarakan ada tiga versi yang dihadirkan yakni KLX 230 standard, special edition (SE), dan R. “Untuk R ini merupakan produk off-road,” jelas Laksana didampingi Marketing Manager, Hendrik Christian.

Sales Manager, Ronni Wijayanto, menambahkan KLX 230 merupakan produk all new dari Kawasaki. Bahkan world premiere ada di Indonesia. “Perakitan di Indonesia dan untuk dunia akan dikeluarkan pada 2020. Nantinya akan diekspor ke Amerika, Amerika Selatan, dan Thailand,” paparnya.

Baca juga:  Astra dan Gojek Uji Coba Penggunaan Motor Listrik

Versi standard ditawarkan dalam dua warna yakni hijau dan hitam, sedangkan versi SE hadir dalam balutan warna oriental blue dan firecracker red. Untuk versi R dihadirkan hanya 1 warna, hijau.

Harga jual KLX 230 di Bali antara Rp 46-50 juta. Perbedaannya dengan kelas 150 CC sekitar Rp 11 jutaan. “Range untuk kelas 150 CC mencapai harga Rp 35 juta. Sementara untuk kelas 250 CC, harganya di”range” Rp 70-72 juta,” sebutnya.

KLX 230 sudah menggunakan instrumen digital. Panel ini terdapat speedometer, odometer, dual trip meter, pengukur bensin, jam, dan indikator lampu.

Kawasaki memasukkan desain KX yang terlihat pada jok dengan flat style design. Ini digunakan untuk memberikan kebebasan bergerak saat berkendara serta jok lebar untuk kenyamanan.

KLX 230 menggunakan ban depan berdiameter 21 inci dan ban belakang 18 inci untuk peningkatan performa trail riding. Suspensi depan teleskopik berdiameter 37 mm dan belakang unitrak 223 mm untuk kemampuan grip di tanah dan menyerap entakan dengan baik. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.