DENPASAR, BALIPOST.com – Penyediaan air bersih menjadi salah satu isu strategis yang sedang dihadapi Bali. Baik menyangkut produksi air, maupun menjaga produktivitas air itu sendiri.

Mengingat, sumber-sumber air seperti sungai, danau, waduk bisa terancam kekeringan jika hulu-nya tidak dijaga dengan baik. “Kalau mengalami kekeringan di hulu, nanti sungainya mati. Maka harus dilakukan penghijauan sepanjang sungai dari hulu sampai hilir. Saya akan buatkan petanya,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah Jabatan, Jayasabha, Kamis (11/7) lalu.

Koster menambahkan, kelangsungan produksi air tidak saja harus terjaga dengan baik. Tapi air yang dihasilkan juga harus bersih.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai, danau, waduk, serta sumber mata air lainnya. Pun tidak boleh diberdayakan secara bebas untuk aktivitas-aktivitas yang bisa menurunkan kualitas air. “Saya kira ini harus dilakukan, supaya air yang kita dapat itu berkesinambungan, debitnya jangan sampai berkurang. Jangan sampai sungai yang mati itu bertambah,” jelas Ketua DPD PDIP Bali ini.

Koster mengaku akan segera melakukan pemetaan sungai. Berapa yang hidup, mana yang setengah mati, dan mana yang mati. Termasuk melihat apakah keberadaan sumber mata air masih memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri jasa, khususnya pariwisata.

Baca juga:  Puluhan Polisi Disiagakan di Dua Obyek Wisata Kuta Selatan

Dari pengamatannya, air selama ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan domestik. Kendati, banyak pihak justru menyebut sektor pariwisata lebih banyak menyedot air untuk kamar mandi hotel lewat penggunaan bathub hingga kolam renang.

“Lebih banyak yang domestik, yang lewat PDAM. Tapi dua-duanya kita siapkan, harus dalam jumlah yang memadai dan kualitas yang baik karena air itu kan disuplai untuk minum, masak, mandi, cuci, harus air yang sehat. Jangan sampai mandi di desa jadi kurap,” paparnya.

Koster memastikan penyediaan air bersih akan berpihak kepada rakyat. Walaupun tidak mengabaikan pariwisata atau hotel, karena selama ini telah menyumbang pendapatan bagi daerah.

Namun, rakyat membutuhkan air bersih yang murah. Tahun ini, pihaknya bahkan sudah mempersiapkan Pergub terkait perlindungan sumber air.

Data Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida mencatat ada 391 sungai di Bali. Namun tidak semuanya terisi air yang mengalir terus menerus sepanjang tahun. Selain itu, ada empat danau yakni danau Batur, Buyan, Beratan, dan Tamblingan yang berkontribusi besar untuk keberlangsungan 1300-an mata air yang terdeteksi di Bali.

Mata air inilah yang mengalir menjadi sungai. Itu artinya, danau memegang peranan penting dalam siklus air di pulau dewata sehingga harus dijaga agar jangan sampai kering. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.