PDAM
Ilustrasi. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Musim kemarau yang sudah dirasakan masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, juga telah memetakan zona wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.

Dari data yang dihimpun, di Kabupaten Jembrana terdapat tiga desa yang dipetakan masuk zona kekeringan. Yaitu Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan Desa Manistutu serta Desa Warnasari, di Kecamatan Melaya.

Di wilayah tersebut kebutuhan air bersih kurang karena pasokan air yang terbatas dampak dari musim kering. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya di tiga desa tersebut warga sering mengalami kekurangan pasokan air bersih dan mendapat bantuan pasokan air.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP, Jumat (12/7) mengatakan di tiga desa yang dipetakan rawan kekeringan itu, BPBD siaga untuk menyalurkan bantuan air bersih secara cuma-cuma bekerjasama dengan PDAM. Pemetaan wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau ini lebih fokus menyasar pada kebutuhan air bersih masyarakat atau permukiman.

Kebutuhan air bersih untuk warga menjadi prioritas sehingga BPBD siap memberikan bantuan ketika dibutuhkan. Dari pemetaan awal, ada tiga desa di Jembrana yang rawan kekurangan air bersih.

Baca juga:  Tekan Pencemaran Danau Batur, KJA Ramah Lingkungan Dikembangkan

Di beberapa wilayah itu memang kondisinya jauh dari hulu dan sumber air bersih. Dan selama ini mereka mengandalkan air dari pasokan sumber air di wilayah hulu.

Memasuki musim kemarau, volume air biasanya berkurang bahkan tak teraliri sama sekali. Sehingga air tidak ada air  yang mengalir di rumah warga.

Untuk antisipasi krisis air bersih itu, BPBD menyiagakan armada tangki dalam upaya penyaluran air bersih. Ketika ada warga yang membutuhkan air bersih dan mengajukan permohonan ke desa, BPBD akan menyalurkan air bersih. Sehingga yang terlayani merupakan warga yang memang benar-benar membutuhkan, bukan orang per orang.

Nantinya BPBD juga akan menyediakan penampungan air sementara di sekitar permukiman warga yang membutuhkan air bersih. Sehingga warga bisa mengambil di lokasi tersebut sewaktu-waktu. “Kami sediakan lima tempat penampungan air. Bila dibutuhkan nanti akan ditempatkan sementara di lokasi yang terkena dampak kekeringan,” ujar mantan Camat Pekutatan ini. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.