Sampel kerangka manusia yang ditemukan di kebun milik warga dikirim ke Labfor Mabes Polri. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sampel kerangka manusia yang ditemukan di perkebunan milik warga di Desa Teggal Lenga, Kecamatan Seririt mulai diidentifikasi. Penyelidikan ini dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri, dengan mengirimkan sampelnya pada Selasa (9/7).

Pengambilan sampel kerangka manusia dilakukan di kamar jenazah RSUD Buleleng. Prosesnya berlangsung sekitar 30 menit. Pengambilan sampel dengan didampingi Kanit Reskrim Polsek Seririt, Iptu Putu Edy Sukaryawan.

Sampel terpaksa dikirim ke Mabes Polri lantaran cairan kimia milik Labfor Denpasar tidak tersedia. Nantinya, sampel kerangka manusia itu dikirim bersamaan dengan bukti kasus penemuan mayat dalam kardus di Tabanan.

Selain mengambil sampel dari tengkorak dan tulang belulang, Tim Lab Forensik Denpasar juga menguji noda yang terdapat di karung pembungkus tulang tersebut. Hasilnya, noda tersebut bukan darah, melainkan cairan kulit milik korban.

Kanit Reskrim Polsek Seririt, Sukaryawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, selain mengambil sampel, Tim Lab Forensik Denpasar menemukan sehelai rambut sepanjang sekitar 30 centimeter. Helai rambut itu menempel di dalam karung plastik putih.

Meski berukuran cukup panjang, belum dapat dipastikan apakah rambut tersebut adalah milik wanita atau pria. Sukaryawan menambahkan, saat ini pihaknya sudah mendengarkan keterangan beberapa saksi penemu kerangka manusia, yaitu Made Artika (59) dan Perbekel Kalisada, Nyoman Bagiarta.

Baca juga:  Kerangka Manusia di Gilimanuk, Hasil Visum Pastikan Mati Gantung

Polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan dari aparat pemerintah desa setempat, dan desa tetangga untuk mencari tahu apakah ada salah satu warganya yang hilang. “Kasusnya masih diselidiki dan kita menunggu sampai hasil labfor ini keluar, sehinga diketahui identitas kerangka manusia itu,” katanya.

Perbekel Kalisada, Kecamatan Seririt Nyoman Bagiarta mengatakan, pascatemuankerangka manusia itu, prajuru desa adat memutuskan akan melangsungkan upacara pecaruan Manca Sata. Upacara mecaru dilakukan untuk membersihkan aura negatif di lokasi penemuan dan wilayah Desa Pakraman. “Rencananya tanggal 15 mecaru Manca Sata. Nanti akan dirapatkan lagi terkait persiapan dan pelaksanaanya,” jelasnya.

Kerangka tubuh manusia itu ditemukan di kebun milik warga pada Senin (8/7). Kerangka manusia itu ditemukan oleh saksi Made Artika warga setempat.

Tidak jauh dari lokasi penemuan, saksi menemukan karung plastik yang sudah robek. Karung tersebut terdapat noda yang mirip bercak darah yang sudah mengering. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.