Tari Makepung dari Sanggar Suar Agung dipentaskan pada PKB 2019. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sanggar Suar Agung Jembrana menampilkan tari Makepung di Gedung Kriya, Taman Budaya, Minggu (7/7) malam. Gubernur Bali Wayan Koster tampak menyaksikan pementasan tersebut.

Usut punya usut, sang istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster rupanya ikut menari dalam pementasan serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tersebut. Putri Suastini Koster memang telah dikenal sebagai seniman profesional multitalenta, bahkan sejak masih muda.

Pada tahun 1984, ia pernah tampil dalam pementasan yang sama. Tari Makepung yang dibawakannya, menceritakan tentang sekawanan kerbau yang harus menunggu makanan pemberian dari si penggembala.

Setiap kata dari si penggembala itu pun menjelma sebagai suatu perintah yang harus dilaksanakan bagi kawanan kerbau tersebut. Tarian ini diciptakan oleh maestro Jegog asal Jembrana I Ketut Suentra pada tahun 1984, yang berawal dari keinginan menjadikan Jembrana semakin dikenal.

Pementasan diawali dengan alunan Jegog berupa tabuh Teruntungan Dhamar Hyang yang merupakan alat musik khas Jembrana. Kemudian tari Putri Bambu, berlanjut dengan lantunan instrumen musik dari bambu yakni tabuh Darmakusuma yang juga karya dari I Ketut Suentra. Berikutnya dipersembahkan pementasan tari Suar Agung, tabuh Mebarung, tabuh Pengungkab Sabda dan diakhiri dengan penampilan tari Pringgraha.

Usai pementasan, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, masyarakat Bali termasuk generasi muda harus terus membangun, memelihara dan mencintai seni dengan segala pesan yang terkandung di dalamnya. Terlebih, di tengah derasnya modernisasi yang penuh dinamika agar Bali tetap bisa eksis dan lebih maju dalam menghadapi arus globalisasi ke depan. ‘’Kita terus bangun kesejahteraan masyarakat melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali era Baru,’’ ujarnya.

Baca juga:  Jadwal PKB, Minggu 23 Juni 2019

Menurut Koster, seni budaya merupakan roh pariwisata Bali yang menjadi tulang punggung perekonomian Pulau Dewata. Oleh karena itu, masyarakat harus semakin kuat mencintai seni budaya warisan leluhur, dengan cara tetap melestarikan, mengembangkan dan mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sekaligus untuk menghadapi tantangan kemajuan modernisasi kekinian.

Terkait pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI, sebagai bagian pelestarian seni budaya Bali akan ditutup pada tanggal 13 Juli nanti. Koster mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam memberikan evaluasi berupa kritik dan saran yang konstruktif. Koreksi dari masyarakat akan dipakai untuk membenahi pelaksanaan PKB dari segi substansi maupun tata cara pelaksanaan agar semakin berkualitas.

‘’Penyelenggaraan PKB kali ini merupakan yang pertama di era kepemimpinan saya bersama pasangan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mohon dikritisi, yang baik katakan baik, yang kurang katakan kurang, agar pelaksanaan PKB tahun depan bisa kita tingkatkan lagi kualitasnya,’’ jelasnya.

Sementara itu, pemilik Sanggar Suar Agung, Oka Arta Negara, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali yang telah memberikan kesempatan untuk tampil pada ajang seni budaya terakbar di Bali tersebut. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.