Sejumlah penumpang membawa barang bawaan di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Di tengah dihentikannya promosi ke luar negeri tahun ini oleh Badung, ada angin segar dengan hadirnya penerbangan langsung Turkish Airlines dari Istambul ke Bali. OIeh karena itu, ini merupakan peluang Bali untuk meng-grab wisatawan nontradisional.

Keputusan Turkish Airlines bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ketua Asita Bali Ketut Ardana meyakini penerbangan langsung dari Istambul ke Bali melalui perhitungan dan persiapan yang matang. Penerbangan ini pun atas inisiatif dari Turkish Airlines sendiri. “Airliner ketika memutuskan untuk terbang ke suatu destinasi, kan pertimbangannya pasti sangat matang sekali, engga mungkin mereka ngawurlah,”  kata Ketut Ardana.

Bali dipilih, menurutnya, karena sudah terkenal di mata dunia. Selain membawa turis Turki ke Bali, pertimbangan lain yang penerbangan langsung ini juga karena dapat membawa turis- turis di sekitarnya yang dekat seperti Eropa dan India.

Negara-negara tetangga Turki sangat berpotensi untuk memanfaatkan penerbangan langsung ini. “Bali sangat diuntungkan dengan adanya penerbangan langsung dari negara yang tidak kita duga sebenarnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Mudik Lebaran, Dishub Bali Antisipasi Penerbangan Ditutup

Ia tidak menyangka Turkish Airlines akan terbang ke sini. Turki pun dikatakan wisatawan yang potensial untuk Bali meski tidak menduduki 10 besar wisatawan yang datang ke Bali.

Namun, jumlah kunjungannya dikatakan cukup lumayan. Dengan adanya direct flight ini akan mendorong wisatawan Turki mencoba wisata ke Bali.

Diharapkan industri, hotelier dan komponen lainnya yang ada di Bali menyambut wisatawan nontradisional ini. Oktober rencananya Asita akan melakukan promosi ke Turki. “Oktober rencananya kita akan bikin famtrip ke sini. Selain melakukan B to B dengan perusahaan-perusahaan di sana juga kami ingin mengenal destinasinya. Karena Turki termasuk salah satu destinasi yang laris dijual di Indonesia,” ungkapnya.

Wisatawan Turki merupakan wisatawan Muslim yang berkarakter mirip wisatawan Eropa dan India. “Kita tidak ada masalah menerima tamu Muslim karena kita sudah terbiasa melayani tamu Muslim,” ujarnya.

Ia berharap ada penerbangan lain yang juga langsung ke Bali. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.