Puskesmas Gumbrih. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Atap Puskesmas II Pekutatan di Desa Gumbrih sejak beberapa bulan ini mengalami kerusakan. Hal tersebut mengakibatkan sejumlah ruangan bocor terutama di lantai dua. Meskipun tidak secara langsung mengganggu pelayanan kesehatan yang sebagian besar di lantai dasar, namun di lantai dua sedikit banyak terdampak.

Dari pengamatan belum lama ini, sejumlah genteng seng nampak sudah keropos dan di antaranya rusak. Sehingga ketika hujan air merembes hingga masuk bangunan. Yang paling kentara terlihat di plafon pinggiran gedung lantai dua.

Di beberapa titik sekitar bangunan nampak jebol lantaran kena tetesan air dari atap. Bila tidak segera ditangani, kondisi tersebut akan semakin parah.

Dari informasi, bangunan pelayanan berlantai dua ini sejak dibangun 2013 lalu belum mengalami perbaikan. Saat dibangun bersamaan dengan beberapa puskemas lainnya memang menggunakan bahan kap baja untuk atap.

Kini setelah berjalan lima tahun, sejumlah bagian atap yang berbahan dari seng itu sudah keropos. “Ini pakai kap baja, sama dengan beberapa puskemas lainnya,” terang salah seorang petugas.

Baca juga:  Ubud akan Dikunjungi Delegasi IMF-WB, Infrastrukturnya Masih Banyak Rusak

Kepala Dinas Kesehatan, I Putu Suasta, dikonfirmasi Kamis (4/7) membenarkan kondisi atap rusak di Puskesmas II Pekutatan itu. Menurutnya kerusakan karena faktor alam baik hujan deras maupun angin puting beliung belum lama ini.

Genteng ringan yang digunakan di atas kap baja menurutnya harus diganti. “Itu (kerusakan) karena faktor alam. Hujan deras dan angin puting beliung,” terang Suasta.

Bila dibandingkan dengan Puskesmas lain (bahan kap baja), yang pada 2013 lalu juga dikerjakan seperti Yehembang, Mendoyo, Yeh Kuning Pengambengan dan Melaya jauh berbeda dan sampai saat ini masih utuh. Sehingga kerusakan atap itu karena memang cuaca buruk. “Kalau yang lainnya masih tidak apa-apa, artinya memang karena dampak faktor alam,” katanya.

Terkait kap baja, menurutnya hampir sebagian besar Puskemas menggunakan bahan kap tersebut. Hanya satu puskesmas yang menggunakan kayu untuk atap adalah Puskesmas I di Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana. Selanjutnya kerusakan di Puskemas Gumbrih tersebut akan segera diperbaiki khususnya bagian genteng dari seng itu. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.