Wisatawan beraktivitas di Pantai Labuan Sait. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Mulai tanggal 1 Juli, kenaikan tarif masuk ke sejumlah objek wisata di Badung sudah diterapkan. Memasuki hari kedua, belum ada kendala di lapangan.

Seperti misalnya kenaikan tarif yang diberlakukan di objek wisata kawasan luar Uluwatu dan Labuan Sait. Dikonfirmasi, Selasa (2/7) Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta mengatakan, terkait kenaikan tarif masuk ke objek wisata, memang tidak berpengaruh kepada tingkat kunjungan. Karena, kata Sumerta, sebelumnya memang sudah dilakukan sosialisasi.

Bahkan seluruh stakeholders terkait maupun travel agent yang ada juga sudah diundang untuk sosialisasi ini. “Sebelum pemberlakuan, sudah dilakukan sosialisasi. Sehingga memang saat diterapkan, ini tidak ada kendala,” ujarnya.

Kenaikan tarif ini, kata Sumerta yang juga anggota DPRD Badung, memang wajar dilakukan. Karena menurutnya penyesuaian tarif ini sudah lama tidak dilakukan.

Meski demikian, dengan kenaikan tarif ini, ia meminta mesti dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Pihaknya sangat berharap hal itu, termasuk juga peningkatan infrastruktur. “Dan dalam waktu dekat, hari Jumat ini, kami akan mengundang PUPR dan dinas pariwisata terkait dengan perbaikan infrastruktur di kawasan Uluwatu,” pungkasnya.

Baca juga:  250 Wisman ke Indonesia Ditarget Lakukan "Sport Tourism"

Pada pertemuan nanti, pihaknya akan membahas terkait dengan perbaikan infrastruktur termasuk juga terkait penyuntikan tebing Uluwatu yang mengalami keretakan. “Teknis terkait penyuntikan tebing, kami berharap bisa menjaga kesakralan dari pura Uluwatu. Kita juga akan berkoordinasi terkait dengan infrastruktur yang ada di Uluwatu,” katanya.

Sementara untuk objek wisata pantai Labuan Sait, akan diupayakan ada kegiatan lain selain aktivitas surfing. Hal itu untuk menambah atraksi serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Terkait penanganan sampah di kawasan pantai Labuan Sait yang memang sulit dilakukan karena sulitnya akses menuju pantai, untuk sementara waktu akan dilakukan dengan cara manual. Dari bawah, penanganan sampah akan dimasukkan ke dalam kantong, agar mudah untuk diangkut ke atas. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.