PDAM
Ilustrasi. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah warga yang tempat tinggalnya langganan kesulitan air, belakangan mulai merasakan minimnya pasokan air. Seperti yang dialami warga di Banjar Katulampa, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

Beberapa warga menyebutkan pasokan air bersih dari pipa swadaya mulai menurun sejak dua minggu ini. Warga meyakini kondisi ini merupakan dampak masuk musim kemarau.

Warga yang menjadi langganan kesulitan air bersih, sejak sepekan ini mulai menghemat air. Mereka mulai merasakan debit air dari hulu yang mengalir ke bak-bak penampungan mulai berkurang. Mereka mengaku menerima air secara bergiliran setiap dua minggu sekali.

Ni Putu Sumiati, salah seorang warga di Banjar tersebut mengaku belakangan untuk mengisi penuh bak penampungan air lebih lama dibanding biasanya. Dengan kondisi itu, diyakini pasokan air sudah mulai berkurang.

Kondisi tersebut juga sering dialami ketika hendak memasuki musim kemarau. “Biasanya begini, masuk musim kemarau pasokan air berkurang. Sekarang harus berhemat,” terang warga ini.

Baca juga:  Debit Sumber Air Minum Turun Hingga 10 Persen

Dia mengungkapkan di wilayah Katulampa memang sering mengalami kekurangan air,  terutama ketika musim kemarau tiba. Berkaca pada tahun lalu, juga terjadi hal yang sama selama dua bulan. Selama itu pula warga yang kekurangan air mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Jembrana dan PDAM dipasok menggunakan truk tangki air.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP mengungkapkan hingga saat ini menurutnya belum ada laporan terkait kekurangan iar di titik-titik desa yang rutin mengalami kekurangan air. Tetapi bilapun ada, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menyampaikan ke desa, sehingga desa bisa berkoordinasi dengan BPBD Jembrana. Ketika ada permohonan itu, BPBD bekerjasama dengan PDAM memberikan bantuan air bersih pada masyarakat. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.