Kebun Raya Jagatnata di Jembrana akan dilaunching pada November 2019. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Kendatipun saat ini Kebun Raya (KR) Jagatnata sudah hampir selesai dan siap launching, namun pemerintah daerah (pemkab) Jembrana memastikan baru dilakukan November 2019 ini. Selain masih adanya pengerjaan tahap ke III di dalam areal KR Jagatnata, juga menunggu penyempurnaan bangunan Wantilan.

Sejak beberapa bulan lalu, areal KR Jagatnata tertutup dan tidak bisa diakses oleh masyarakat umum seperti sebelumnya. Kecuali keperluan persembahyangan ke Pura Jagatnata. Sementara kantor UPT KR Jagatnata, juga sudah mulai beroperasi sejak beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana, I Wayan Sudiarta ditemui Senin (24/6) kemarin mengatakan secara umum sejatinya KR Jagatnata sudah bisa dilaunching atau dibuka untuk umum. Tetapi, pemerintah daerah menjadwalkan launching baru bisa dilakukan pada akhir tahun ini tepatnya bulan November. “Tahun ini ada pengerjaan lagi senilai Rp 14 miliar dari Satker, untuk (penyempurnaan) Wantilan, drainase, rumah kompos, tembok pagar di Utara dan beberapa lainnya di dalam areal,” terang pejabat asal Badung ini.

Namun, bangunan dan prasarana yang ada saat ini menurutnya sudah layak untuk di-launching. Hanya saja, pihaknya menunggu penyempurnaan Wantilan karena rencananya saat launching, bangunan itu akan digunakan. “Yang kita harapkan agar bisa segera rampung adalah Wantilan. Baru kita launching pada November nanti,” tambahnya.

Baca juga:  Pascanaiknya Bule ke Padmasana, Sabtu Digelar "Bendu Piduka" di Pura Gelap

Sejatinya bangunan Wantilan sejak selesai dikerjakan pada akhir tahun lalu sudah layak digunakan. Namun dalam pengerjaan tahun ini, akan ada penyempurnaan lagi.

Dari informasi Satker, untuk kelanjutan pembangunan di KR Jagatnatha saat ini masih tahap tender. Sementara itu, untuk penyediaan koleksi tanaman menurutnya diserahkan dari kabupaten. Dan sesuai rencana dari awal, KR Jagatnatha ini merupakan kebun raya tematik untuk tanaman upakara dan obat (usadha).

Hingga Juni 2019 ini, sudah ada 417 jenis tanaman yang tertanam di kebun. Sedangkan di pembibitan KR Jagatnatha mengembangkan 68 jenis tanaman.

Jenis tanaman itu selain keperluan Usadha dan Upakara, juga sejumlah tanaman endemik asli dari Jembrana, seperti Kwanitan misalnya. Selain itu, Dinas LH menurutnya juga terus menambah koleksi baik bekerjasama dengan KR Eka Karya Bedugul maupun KR Bogor. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.