I Wayan Sudamia. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pendaftaran lelang jabatan untuk pengisian sembilan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, berakhir Selasa (25/6). Sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) setingkat eselon III mendaftar proses lelang hingga Senin (24/6). Hanya, pendaftar untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata Gianyar nihil peminat.

Ketua Tim Pansel I Wayan Sudamia menerangkan, proses pendaftaran untuk lelang jabatan setingkat eselon II ini dibuka sejak 27 Mei 2019. Tercatat 32 peserta sudah mendaftar. “Pada hari terakhir mungkin ada tambahan yang mendaftar,“ katanya.

Ke-32 peserta itu mengisi delapan posisi yang lowong. Uniknya, setiap posisi masing-masing lengkap terisi empat peserta, sesuai batas minimal jumlah pendaftar. Namun, ada satu OPD yang nihil pendaftar, yakni untuk posisi Kadisparda Gianyar. Tim pansel masih menunggu hingga batas akhir pendaftaran untuk posisi tersebut.

“Kalau tidak ada daftar yang satu ini, kami mintakan izin agar yang delapan saja diproses terus, yang satu ini berarti didiamkan dulu. Tetapi kalau ada yang mendaftar mungkin diperpanjang. Kalau sama sekali tidak ada berarti tidak,” ujar pejabat yang juga Asisten III Setda Kabupaten Gianyar ini.

Baca juga:   Verifikasi Faktual, PDIP Yakin Lolos

Usai proses pendaftaran (25/6), tim pansel akan langsung melakukan proses verifikasi berkas, yakni pada Rabu (26/6). Selanjutnya dilakukan pengumuman yang lolos administrasi pada Kamis (27/6). “ Bila ada yang tidak lolos verifikasi berarti OPD itu tidak bisa dilanjutkan. Mana yang terisi peserta sesuai batas minimal empat, itu saja yang diproses mengikuti seleksi, “ jelasnya.

Dari 32 peserta yang sudah mendaftar, sebagian besar merupakan ASN di lingkungan Pemkab Gianyar. Hanya satu peserta berasal dari Pemkab Bangli yang mengikuti seleksi untuk pengisian lowongan di Inspektorat.

Disinggung terkait isu kavling jabatan pada proses lelang kali ini, Sudamia kembali menyampaikan bahwa semua peserta eselon III yang sudah memenuhi syarat ikut lelang memiliki peluang sama. Tidak ada istilah rekayasa dalam pengisian posisi kepala OPD yang kosong ini. ”Semua transparan, kami berikan kesempatan yang sama. Kalau sekarang pas jumlah pendaftarnya, ya mau bagaimana,“ sebutnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.