Bus Damri. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Bangli tahun ini akan mendapat tambahan bantuan lima unit armada angkutan perintis dari pemerintah pusat. Lima unit armada perintis yang berupa bus dan minibus itu rencananya akan dioperasikan dengan trayek Catur-Bangli, Terunyan-Kintamani, dan Terunyan-Bayung Gede.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangli Gede Arta, Minggu (23/6) menjelaskan, selama ini sudah ada enam unit angkutan perintis bantuan pusat yang beroperasi di Bangli. Enam angkutan perintis itu berupa empat buah bus dan dua buah minibus, dengan trayek Bangli-Songan dan Bangli-Madenan.

Pada tahun ini, jumlah angkutan perintis tersebut dipastikan akan kembali bertambah. Menyusul telah disetujuinya permohonan bantuan angkutan perintis yang diajukan Bupati melalui Dinas Perhubungan ke Kementerian Perhubungan. “Tahun ini kita diberikan lagi lima unit angkutan perintis berupa satu buah bus dan empat buah minibus,” terangnya.

Untuk armada bus rencananya akan dioperasikan sebagai angkutan umum dengan trayek Catur-Bangli. Sementara empat buah minibus lainnya, akan dioperasikan sebagai angkutan umum yang diprioritaskan untuk siswa sekolah.

Rute/trayek yang akan dilalui minibus ada dua yakni Desa Terunyan-Abang Batudinding-Buahan-Kedisan menuju Kintamani, dan Desa Terunyan-Abang Batudinding-Buahan-Kedisan menuju Desa Bayung Gede. Adapun pertimbangan dioperasikannya empat buah minibus baru untuk dua trayek tersebut karena dari hasil kajian Dinas Perhubungan, terdapat banyak anak usia sekolah terutama SMP di empat desa itu yang bersekolah di Kintamani dan Bayung Gede dengan menumpangi angkutan pick up.

Baca juga:  Bus Malam Adu Jangkrik, Tiga Tewas, Belasan Luka-luka

Jumlahnya mencapai kurang lebih 150an siswa. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak bersekolah, maka pemerintah merancang mengoperasikan empat armada angkutan perintis di sana. Minibus dipilih mengingat ruas jalan di empat desa tersebut cukup sempit. “Kapasitas minibusnya 15-20 orang per satu unitnya,” ujarnya.

Selain untuk menjaga keselamatan, pengoperasian armada angkutan perintis dengan jalur Terunyan-Kintamani dan Terunyan-Bayung Gede juga untuk meringankan biaya yang harus dikeluarkan siswa ke sekolah. Pejabat asal Desa Songan ini mengatakan untuk pulang pergi dengan menumpangi pick up, per harinya siswa harus mengeluarkan biaya Rp 15 ribu.

Dengan menumpangi angkutan perintis, siswa hanya membayar maksimal Rp 5 ribu untuk pulang pergi ke sekolah. “Karena pemerintah pusat memberikan subsidi 70 persen. Kedepan bapak bupati juga akan memperjuangkan agar sisa 30 persen itu bisa disubsidi oleh pemerintah kabupaten. Sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah gratis,” katanya.

Sebagaimana hasil konfirmasi pihak balai, Gede Arta menambahkan bahwa lima armada angkutan perintis baru itu direncanakan akan mulai bisa beroperasi pada tahun ajaran baru nanti. Sekitar bulan Juli mendatang. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.