Lomba membuat badong hanya diikuti dua peserta yang merupakan duta Kota Denpasar dalam PKB ke-41, Kamis (20/6). (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Banyaknya materi lomba dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI tak berbanding lurus dengan pesertanya. Seperti lomba membuat kostum tari Bali “Badong Tari Condong Legong Keraton Lasem” di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Kamis (20/6).

Pesertanya cuma dua. Itupun keduanya sama-sama merupakan duta Kota Denpasar. Tak hanya peserta yang minim, penonton pun tidak ada.

Salah seorang juri, Radiawan mengaku tetap melakukan penilaian terhadap dua peserta dari Kota Denpasar itu. Pihaknya menduga koordinasi antara panitia PKB di provinsi dengan kabupaten/kota tidak berjalan baik, sehingga tidak semua kabupaten/kota mengirim peserta lomba. “Kami juga tidak tahu ya. Kami sebagai juri hanya menilai yang hadir, jadi konsen pada dua itu,” imbuhnya.

Baca juga:  Sekaa Gong Bangsing Bunut, Representasikan Kondisi Alam dan Kreativitas Pemuda Nusa Penida

Untuk kedepannya, Radiawan memberi masukan agar koordinasi bisa dilakukan lebih baik lagi. Terutama dalam melihat potensi di kabupaten/kota yang betul-betul bisa mendukung lomba.

Dengan harapan bisa turut menarik penonton. Apalagi, lomba-lomba seperti ini sejatinya cukup positif dalam mengedukasi dan menambah pengetahuan penonton, khususnya tentang kostum tari Bali. “Biar tidak hanya dua yang datang,” jelas Dosen Desain Mode ISI Denpasar ini. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.