Ternyata apa yang dikeluhkan banyak orangtua di media sosial dan surat pembaca terbukti pada pendaftaran hari pertama penerimaan siswa baru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saya melihat di sejumlah sekolah, para orangtua antre dan berdesak-desakan untuk mendapatkan nomor antrean.

Ini tentu menjadi langkah mundur dalam penerimaan siswa baru. Mestinya, pada era digital ini para orangtua tak perlu lagi repot-repot mengantar anak ke sana-ke mari.

Saya juga kasihan mendengar keluhan para orangtua yang mengaku sejak dini hari sudah mendatangi sekolah yang menjadi zonasi anaknya bersekolah namun tetap gagal mendapatkan nomor pendaftaran.

Mudah-mudahan kesusahan mendapatkan sekolah ini segera ada jalan keluarnya. Jangan sampai gara-gara hanya sulit masuk sekolah, banyak anak menjadi drop out. Pemerintah mencarikan solusi yang terbaik untuk masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya. Pada era teknologi ini, semuanya mesti lebih dimudahkan, setidaknya untuk mendapatkan akses informasi.

Baca juga:  Sidak Komisi A, Hanya Satu SMA Negeri Terapkan UNBK

Sekolah hendaknya tetap sabar melayani para orangtua yang ingin mendaftar dengan memberikan informasi yang jelas. Kerancuan informasi dan beragamnya berita yang beredar terkait penerimaan siswa baru ini hendaknya disikapi dengan baik. Jelaskan batasan zonasi satu sekolah dengan radiusnya termasuk jika memungkinkan buatkan peta sebaran zonasi sekolah tersebut.

I Wayan Arsana

Gianyar, Bali

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.