Bangunan bale gede yang terbakar di Banjar Baturiti Kelod, Karambitan. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Kasus kebakaran akibat faktor kelalaian belakangan marak terjadi di Kabupaten Tabanan. Seperti yang terjadi Senin (17/6) malam di Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan. Satu unit bangunan bale gede milik I Made Darmawan (60) di Banjar Baturiti Kelod, terbakar sehingga mengalami kerugian material sekitar Rp 100 juta.

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.15 Wita. Diduga penyebabnya api pada dupa yang digunakan untuk sembahyang di pelangkiran bale gede tersebut lupa dimatikan saat ditinggal oleh pemilik rumah.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta, Selasa (18/6), mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat istri korban melakukan persembahyangan di bale gede dengan sarana sesajen dan dupa yang diletakan di pelangkiran sekitar pukul 18.00. Sesajen dan dupa yang masih menyala itu dibiarkan di pelangkiran, sedangkan istri korban ke kamar tidur yang berada di sebelah selatan bangunan bale gede. Sekitar pukul 22.30 terdengar suara benda terbakar. “Setelah dicek ternyata api sudah membesar di bale gede, “ucapnya.

Baca juga:  Diduga Korsleting, Puskesmas di Dawan Kebakaran

Melihat kobaran api, pemilik rumah berteriak meminta tolong kepada warga sekitar, dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Api kian membesar, hingga datang tiga unit pemadam kebarakan ke TKP untuk melakukan pemadaman. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 23.45. “Beruntung tidak sampai ada korban jiwa, namun kerugian material mencapai Rp 100 juta,” ujar Budiarta. (Dewi Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.