UNS mengunjungi Undiksha untuk memperoleh informasi terkait pendirian Fakultas Kedokteran. (BP/Dokumen Undiksha)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) memantik perhatian sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Salah satunya dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Jajaran universitas berstatus sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ini pun melaksanakan kunjungan kerja sekaligus menggali informasi terkait proses pendiriannya, Kamis (13/6). Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Zaenuri, S.E.,M.Si, Akt. Ia yang didampingi sejumlah jajaran mengaku memiliki rencana untuk mendirikan Fakultas Kedokteran.

Hal tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan untuk bidang kesehatan. Kunjungan ke Undiksha ini diharapkan mampu memberikan gambaran terkait hal-hal yang harus dipersiapkan maupun lainnya untuk mewujudkan cita-cita itu. “Undiksha sudah lebih dulu memiliki Fakultas Kedokteran. Kami ingin tahu proses pendiriannya. Hal apa saja yang harus dipersiapkan,” ungkapnya.

Respons positif juga diberikan untuk FK Undiksha karena mampu berdiri di perguruan tinggi yang masuk sebagai LPTK. Sebuah hal yang cukup sulit diwujudkan. “Di luar kunjungan ini, kami berharap tetap ada kerjasama dalam hal berbagi informasi,” jelasnya.

Selain melalui kunjungan tersebut, mewujudkan rencana itu, pihaknya juga melakukan upaya lain, salah satunya meminta dukungan stakeholders terkait, seperti rumah sakit untuk pendidikan. “Kami ingin proposal secepatnya bisa terselesaikan. Harapannya kerjasama dengan Undiksha tetap berjalan,” imbuhnya.

Baca juga:  Awal September 2017, Pascasarjana Undiksha Terapkan Kurikulum KKNI

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd menyampaikan pendirian fakultas yang surat keputusannya turun dari pusat pada 8 Agustus 2018 lalu itu membutuhkan proses yang cukup panjang. Khususnya dalam penyusunan proposal. “Kami harus berkali-kali melakukan FGD. Memperbaiki segala kekurangan,” tegasnya didampingi sejumlah jajaran.

Dukungan dari berbagai pihak, katanya sangat diperlukan. Seperti halnya pemerintah daerah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun lainnya.

Selain itu, kurikulum dan sumber daya manusia harus benar-benar dimantapkan. “Banyak hal yang harus dipersiapkan. Universitas Negeri Semarang sudah memiliki sejumlah program studi yang menjadi embrio Fakultas Kedokteran. Kami rasa pasti bisa mewujudkan rencana itu. Kami siap untuk bekerjasama dalam berbagi informasi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan keunggulan FK Undiksha. Kompetensi inti: sesuai standar kompetensi dokter Indonesia tahun 2012. Sedangkan kompetensi pendukung: dokter dengan wawasan kedokteran pariwisata dengan konsep menciptakan health and wellness tourism.

Selain Universitas Negeri Semarang, sebelumnya kunjungan juga dilakukan oleh Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.