DENPASAR, BALIPOST.com –  Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB), Sabtu (15/6) malam, berlangsung sangat meriah. Selain dihadiri ribuan krama Bali, penampilan oratorium tari ‘’Bali Padma Bhuwana’’ juga sangat megah dan memesona.

Oratorium seni ini mengisahkan Dalem Waturenggong menorehkan pencapaian peradaban Bali yang agung pada abad ke-16 Masehi. Penampilan para akademisi dan generasi seni dari ISI Denpasar ini mampu membuat ribuan penonton terpukau dan tak beranjak dari tempat duduknya hingga pagelaran usai.

Begitu pula Rektor ISI Denpasar Prof. Gede Arya Sugiartha pun mengaku bangga dengan penampilan timnya yang berjalan lancar dan maksimal. ‘’Garapan ini ditata dan didukung oleh tim, terdiri dari karawitan, tari, pedalangan, gerong, kostum, properti dan lainnya dengan total sekitar 300 orang. Bagi kami penampilan ini adalah peluang dan tantangan. PKB memberi peluang untuk seniman berkreativitas, sedangkan tantangannya adalah ISI harus dapat tampil maksimal, tidak hanya sebagai kelangenan atau hiburan melainkan juga harus memberi tuntunan. Cerita yang diangkat tentang Raja Waturenggong banyak mengandung tuntunan bagi umat manusia bahwa kita perlu membangun keseimbangan antara nalar, etika dan estetika,’’ ujar Arya Sugiartha usai menyaksikan pagelaran.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan PKB adalah sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen, dedikasi serta kecintaan pemerintah daerah dan masyarakat Bali terhadap eksistensi dan keberlanjutan tradisi seni budaya dan kearifan lokal yang adiluhung. ‘’Ada yang menggagas dan ada pula yang berkomitmen untuk meneruskan. PKB digagas oleh almarhum Ida Bagus Mantra pada tahun 1978 ketika menjabat sebagai gubernur saat itu, kemudian diteruskan oleh para gubernur periode selanjutnya. Pada periode kepemimpinan kami ini pun berkomitmen penuh meneruskan warisan karya budaya yang sangat monumental ini,’’ ujar Gubernur Koster disambut tepuk tangan penonton.

Baca juga:  Direkontruksi, Janger Klasik Peliatan

Ditegaskannya, PKB tahun ini dilaksanakan sesuai visi pembangunan daerah Bali 2018-2013 yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Hal ini bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala.

Sejalan dengan visi tersebut, PKB ke-41 mengangkat tema ‘’Bayu Pramana — Memuliakan Sumber Daya Angin’’. Tema ini diimplementasikan secara nyata dan konsisten dalam berbagai pagelaran, pameran, workshopsarasehan dan lomba. ‘’Implementasi dan integrasi tema secara sinkron ke dalam semua kegiatan PKB merupakan salah satu inovasi baru agar rangkaian acara tidak terasa monoton,’’ ungkapnya. (rin/kmb)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.