Pujawali akan digelar di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Krama pengempon Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, Minggu (16/6) mulai melakukan beragam persiapan (ngayah) serangkaian pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, desa Pekraman Belulang, desa Mengesta, kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang akan berlangsung Rabu (19/6) atau tepatnya pada Buda Kliwon Gumbreg.

Setelah puncak karya dilanjutkan nyejer selama tiga hari, serta mesineb Sabtu (22/6) atau Saniscara Pon Gumbreg. Terkait hal itu, pihak panitia karya Pujawali pun menghimbau bagi umat Hindu sedharma untuk bisa datang ‘nangkil’ guna memohon keselamatan dan keajegan jagat Bali. Apalagi Pura kahyangan jagad Luhur Batu Panes merupakan jajaran Pura yang mempunyai hubungan yang erat dengan Pura Luhur Batukau.

Manggala Karya, I Nyoman Arnawa menjelaskan Pura berstatus Kahyangan Jagat yang berlokasi tepat di tengah-tengah pulau Bali ini diyakini sebagai tempat memuja Ciwa Pasupati.
Disisi lain, Pura Kahyangan Jagat ini juga dipercaya untuk memohon keselamatan jagat, memohon perlindungan, kemakmuran dan keselamatan tanam tuwuh dari gangguan merana di sawah, tegalan, keajegan jagat dan sebagainya.

Uniknya lagi, di Pura ini juga terdapat sumber mata air panas atau Pura luhur beji yang difungsikan sebagai tempat pasraman/pesucian Ida Batara Luhur Batu Panes. Di Pura Luhur Beji terdapat sumber mata air panas yang debitnya cukup besar. Air yang bersumber dari mata air inilah dipakai sebagai tempat melukat ataupun permandian, dan dipercaya mengobati beragam jenis penyakit kulit.

Baca juga:  Pujawali Purnama Kalima di Pura Pasar Agung, Sehari Langsung Masineb

Tak jarang tiap harinya, pemandian yeh panas belulang ini ramai didatangi oleh warga dari berbagai penjuru. Beragam persiapan jelang Pujawali telah dilakukan oleh krama, dimana pura Luhur Batu Panes diempon sekitar 250 kepala keluarga dari desa pekraman belulang, desa pekraman wangaya betan, dan sebagai Penganceng yakni Puri Kompyang Tabanan. “Persiapan Pujawali sudah dimulai Minggu ini, krama sangat antusias membuat sarana upakara serta ada juga yang bertugas memasang wastra,” ucapnya.

Pura Luhur Batu Panes sendiri memiliki konsep Padma Catur Dala (Catur Lawa) dalam posisinya sebagai pura yang utama, yaitu pura tersebut dikelilingi oleh 4 (empat) buah pura masing-masing di sebelah timur yakni Pura Batusari, di sebelah barat Pura Pengungangan Batuaya, di sebelah barat laut Pura Taman Beji Toya Panes dan di sebelah selatan Pura Dalem Kahyangan.

Terkait eedan/dudonan penangkilan, Sekretaris panitia Pura Luhur Batu Panes Jro Mangku I Wayan Astawa menambahkan, umat lebih dahulu melakukan penglukatan di Pura Taman Beji Toya Panes, selanjutnya menuju Pura Dalem Kahyangan, setelah disana barulah menuju Pura Batusari (sebagai pura Taksu), barulah menuju ke Pura Luhur Batu Panes dan Pura Pengungangan Batuaya sebagai stana Ida pura luhur Batukau. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.