Sejumlah siswi menari dalam geladi PKB di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Jumat (24/6). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – H-1 pawai dan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI diisi dengan kegiatan geladi, Jumat (14/6). Diawali geladi pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala, Renon, Denpasar, pada pagi hari. Kemudian dilanjutkan dengan geladi pergelaran oratorium tari “Bali Padma Bhuwana” di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center pada pukul 18.00 Wita.

Wakil Ketua II Panitia PKB XLI I Gede Arya Sugiartha mengatakan, tidak semua kontingen pawai hadir saat geladi. Terutama kontingen kabupaten di luar Kota Denpasar, seperti Karangasem, Jembrana dan Buleleng. Geladi pawai utamanya diikuti pengisi acara utama seperti SMKN 3 Sukawati Gianyar dan ISI Denpasar. Ada pula kontingen luar daerah yang hadir yakni ISBI Tanah Papua serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

“Kontingen lain karena keterbatasan pembiayaan tidak bisa hadir, kami akali. Kami sudah datangi mereka, konsep garapannya apa, struktur garapannya kayak apa, bagaimana nanti mereka berdisplay, itu kami sudah setting,” ujar Rektor ISI Denpasar ini.

Tanpa geladi pun, Arya Sugiartha meyakini mereka tetap bisa tampil maksimal pada pawai PKB yang digelar Sabtu (15/6) sore. Pawai merupakan satu dari tujuh materi pokok PKB. Materi lainnya adalah parade, lomba, pergelaran, workshop, pameran dan sarasehan. Seluruhnya dikemas dalam tema Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin).

Tema ini juga mengisyaratkan kepada masyarakat bahwa keindahan bisa dibuat lewat apa saja, termasuk angin. Lebih jauh, makna yang tersimpan adalah bagaimana angin sebagai salah satu unsur pembentuk alam semesta ini dipelihara dan dilestarikan. Kalau tidak dimuliakan, manusia tidak akan bisa hidup nyaman di bumi.

“Dari segi visual areal PKB di Taman Budaya akan kami pasang benda-benda seni yang digerakkan oleh energi angin. Ada sunari, pindekan, guwangan. Itu untuk nuansa keindahan yang ditimbulkan angin lewat benda seni,” imbuhnya.

Baca juga:  Bupati Suwirta Terima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan “Kun” Adnyana mengatakan, pelepasan pawai PKB XLI akan ditandai pemukulan kulkul (kentongan- red) oleh Presiden RI Joko Widodo. Setelah itu langsung disambut dengan tabuh ketug bumi dari ISI Denpasar yang sekaligus mengiringi maskot PKB “Siwa Nataraja” sebagai tanda pawai telah dilepas. “Presiden dan undangan kehormatan nanti berjalan kaki menuju panggung kehormatan diiringi barisan penari pendet dan baris,” ujarnya.

Awalnya, lanjut Kun, presiden direncanakan menaiki mobil hias saat memasuki panggung kehormatan. Namun, rencana ini urung dilakukan karena jarak yang terlalu pendek. Setelah presiden menaiki panggung kehormatan dan duduk, para penari pendet dan baris akan langsung menari. Total 100 penari pendet dan 100 penari baris dari SMK Negeri 3 Sukawati yang dilibatkan.

“Setelah itu baru acara dimulai. Gubernur terlebih dulu menyampaikan laporan ucapan selamat datang, setelah itu sambutan presiden kemudian membuka dan melepas pawai PKB,” jelasnya.

Kun mengharapkan 14 kontingen yang menjadi peserta pawai bisa disiplin dengan waktu yakni maksimal 7 menit saat membawakan garapannya. Keseluruhan acara pawai diharapkan selesai dalam waktu 1 jam 45 menit atau maksimal 2 jam karena menyangkut agenda presiden selanjutnya. Setelah semua kontingen tampil dalam pawai, presiden akan menaiki mobil hias.

Rute pawai mengikuti prosesi purwa daksina, dari depan ujung timur panggung kehormatan pertama dan berakhir di depan Kantor DPRD Bali. Sebelum upacara pelepasan dimulai, disuguhkan musik protokoler. Di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali sebelah kiri diisi oleh Gong Gede SMKN 3 Sukawati Gianyar, sedangkan di sebelah kanan disajikan Gamelan Semar Pagulingan oleh Sekaa Gong SMKN 5 Denpasar. (Rindra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.