SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kubangan bekas galian C di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung, kembali menelan korban jiwa. Seorang anak usia enam tahun, Kadek Merta Yoga, tewas tenggelam saat bermain di sekitar kubangan berukuran cukup besar itu bersama teman-temannya, Senin (10/6).

Yoga yang baru lulus TK ini sudah tewas, ketika warga sekitar ramai-ramai ke lokasi kejadian, setelah mendengar teriakan minta tolong dari teman korban. Camat Klungkung Komang Wisnuadi, menyampaikan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 Wita, namun warga sekitar mengaku baru mengetahui kejadian itu satu jam kemudian.

Dia langsung ke lokasi mengikuti proses evakuasi di sekitar kubangan bekas galian C Jumpai yang dekat dengan bibir pantai setempat. Selain warga sekitar, layanan KRIS Pemkab Klungkung juga turun ke lokasi membantu proses evakuasi korban.

Saat itu, dikatakan tubuh korban sudah dalam posisi mengambang. Ketika dia berhasil dievakuasi ke darat, kondisinya sudah lepas. Dia sudah dipastikan tewas, karena lambat mendapat pertolongan, ketika korban menghadapi peristiwa itu untuk berusaha selamat dari maut.

Baca juga:  Bayi Tanpa Anus Akhirnya Meninggal Dunia

Warga sekitar tak lagi mengantar korban ke rumah sakit, namun langsung di bawa ke rumah duka, tak jauh dari lokasi kejadian. “Kronologis persisnya sedang didalami pihak kepolisian. Polisi sedang mendalami saksi-saksi yang dianggap tahu persis peristiwa itu terjadi. Saat proses evakuasi, anak-anak yang diajak bermain sudah tidak ada di tempat. Teman-temannya ini pasti tahu persis kenapa Merta Yoga sampai tenggelam disana. Ini sedang di dalami polisi,” kata Camat Wisnuadi.

Hingga sore, pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi jenazah korban. Sementara kedua orangtua korban sangat terpukul dengan tragedi yang menimpa anaknya.

Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sarjana, belum bisa memberikan keterangan. Sebab, proses identifikasi jenazah korban masih berlangsung.

Kubangan-kubangan bekas galian C Klungkung, baik di Jumpai maupun Tangkas hingga Gunaksa, diakui memang kerap memakan korban. Sebab, dari kubangan itu sulit diterka dalam dan dangkalnya kubangan, ketika tergenang air. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.