Warga dan wisatawan mengunjungi Teluk Gilimanuk saat libur Lebaran. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan ke objek wisata di Teluk Gilimanuk mengalami peningkatan saat libur Idul Fitri. Bahkan pengunjung tidak hanya warga lokal, melainkan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejak sepekan terakhir, kunjungan baik itu yang menikmati panorama alam di Taman Siwa maupun mengikuti wisata bahari dan tour mangrove mengalami peningkatan. Selain warga Jembrana, tidak sedikit pengunjung objek wisata yang berada di dekat Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk ini juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur serta beberapa wisatawan asing.

Selain panorama alam Bali Barat yang indah, kemudahan akses menuju lokasi juga menjadi pertimbangan wisatawan datang berlibur ke Teluk Gilimanuk. Soni Yudikusuma (31) salah seorang pengunjung mengakui kunjungan ke objek wisata yang dikenal juga dengan sebutan Secret Bay ini meningkat sejak awal libur panjang Lebaran.

Menurutnya, kalau sebelum Lebaran, kebanyakan yang datang anak-anak muda dari Jembrana dan Buleleng. Tapi saat libur Idul Fitri ini, kunjungan meningkat. Banyak yang datang dari Jawa bersama keluarga. Ada juga beberapa dari luar negeri. Menurutnya pengunjung tertarik menikmati wisata bahari dan tour mangrove.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Pedagang Acung di Penelokan

Di objek wisata Teluk Gilimanuk ini terdapat belasan jukung yang melayani pengunjung menikmati wisata bahari dan tour mangrove. Kendati kunjungan meningkat dibandingkan hari-hari biasanya, nelayan sebagai operator jukung dari kelompok masyarakat (Pokmas) yang tergabung dalam Paguyuban Wisata Tirta tidak menaikan tarif sewa jukung.

Dikatakan biasanya mereka paling dapat hanya 3 trip, tapi saat libur ini sampai tujuh trip. “Tarifnya tetap, hanya Rp 150 ribu untuk 10 orang sekali trip,” ujarnya.

Asanudin (45) asal Jember, Jawa timur mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana alam Bali Barat di Teluk Gilimanuk. Dikatakan akses ke Teluk Gilimanuk kini sangat gampang. “Pakai kereta, tiketnya cuma Rp 8.000 tidak sampai dua jam sudah sampai di Ketapang, tinggal nyeberang langsung sampai,” ujar buruh pabrik ini.

Salah seorang pengantar wisatawan Eropa, Dewa Adi, mengatakan wisatawan asing tertarik ke Bali Barat karena keasrian alamnya. Menurutnya kalau wisatawan asing menyebut Jembrana itu “Virgin Bali” disebabkan keasrian alam dan kehidupan masyarakat lokalnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.