Penyerahan hasil audit dari KPU Bali ke partai. (BP/dar)

DENPASAR, BALIPOST.com – KPU Bali menerima hasil audit laporan dana kampanye peserta Pemilu 2019 dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Senin (3/6). Selanjutnya, hasil audit tersebut diserahkan ke masing-maising calon DPD RI dan partai politik peserta pemilu.

Hasil audit KAP, untuk peserta pemilu DPD, dari 17 calon yang menyetorkan dana kampanyenya, semuanya mendapatkan penilaian patuh dengan pengecualian. Sementara untuk partai politik, ada yang mendapatkan penilaian patuh dan ada yang memperoleh penilaian patuh dengan pengecualian.

Untuk laporan dana kampanye, penerima dana kampanye terbesar adalah Partai Golkar sebesar Rp 1.775.987.012 dengan pengeluaran Rp 1.775.513.377. Disusul Partai Demokrat dengan penerimaan Rp 1.107.0688.429 dan pengeluaran Rp 1.106.618.400.

Peserta pemilu dari DPD, penerima dana kampanye terbesar adalah Anak Agung Gde Agung, S.H., sebesar Rp 411.620.000, dengan pengeluaran Rp 185.178.000. Jumlah dana tersebut berasal dari calon sendiri sebanyak Rp 185.000.0000 dan sumbangan pihak lain perseorangan Rp 226.620.000. Untuk calon DPD, pengeluarannya terbanyak yakni Made Mangku Pastika tercatat Rp 252.701.000 dengan penerimaan Rp 185.020.000. Jumlah ini berasal dari sumbangan pihak lain perseorangan.

Baca juga:  Hadiri Doa Bersama, Koster Berharap Pilkada Berlangsung Damai

Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, jika melihat hasil audit KAP terhadap laporan keuangan peserta Pemilu 2019, seluruh partai politik di Bali hampir semua patuh, hanya ada beberapa pengecualian.

Sementara dari DPD RI yang menyerahkan laporan dana kampanye sebanyak 17 orang dan lima orang tidak menyerahkan. Dari 17 orang DPD itu berdasarkan penilaian KAP adalah patuh dengan pengecualian. ”Hal ini artinya ada klausul yang tidak sesuai standar akuntansi,” katanya. (Agung Dharmada/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.