Jajaran Polsek Sawan, Syahbandar dan TNI AL mengawasi pelayaran kapal ikan yang juga membawa penumpang menjelang Lebaran 2019. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, masih dijadikan jalur mudik pada setiap Lebaran. Pemudik yang selama ini bekerja di daerah Bali Selatan mudik ke kampung halaman di Sepeken, Madura Jawa Timur, melalui pelayaran PPI Sangsit.

Di PPI ini sebenarnya tidak ada kapal yang mengangkut penumpang umum, namun sejak lama kapal pengangkut ikan segar ketika kembali ke Sepeken sering mengantar penumpang umum termasuk pemudik yang akan berlebaran di kampung halamannya. Tidak ada daftar manifest penumpang. Pada umumnya antara Anak Buah Kapal (ABK) dan penumpang ini ada hubungan keluarga, sehingga terkait biaya pelayaran tidak seperti di pelabuhan umumnya.

Menjelang Idul Ftri tahun ini, pemudik yang menggunakan jalur pelayaran PPI Sangsit berlangsung sejak tujuh hari sebelum hari raya. Diperkirakan lebih dari 100 pemudik menumpang kapal ikan untuk berlayar ke Sepeken.

Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., mengatakan, sejak digulirkannya Operasi Ketupat Agung beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Satuan Polisi Air (Polair), Syahbandar, dan TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan pengamanan jalur mudik di PPI Sangsit. Sebelum pemudik menumpang kapal ikan, anggotanya memeriksa identitas dan mengecek barang bawaannya. Ini dilakukan untuk memastikan setiap penumpang membawa identitas diri yang jelas dan tidak ada barang-barang yang membahayakan.

Baca juga:  Puluhan Duktang Terjaring Razia Kependudukan

Apalagi kapal yang ditumpangi tergolong kecil, sehingga beban angkutnya mesti diawasi dengan ketat. Dengan demikian, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelayaran. “Kami buka pos pengamanan di sana (PPI) dan sudah lebih dari 100 orang berlayar ke Sepeken. Kapal terakhir yang membawa pemudik berangkat dari PPI kemarin (2/6-red),” katanya.

Menurut Petugas Kesyahbandaran Ketut Bagiana, penumpang yang berlayar dari PPI ke Sepeken telah diberangkatkan menggunakan delapan kapal. Lebih dari 100 penumpang diangkut sejak empat hari lalu. Penumpang ini terpaksa menumpang kapal ikan di PPI karena tiket kapal penumpang umum di Banyuwangi telah habis.

Sebelum diberangkatkan, kesyahbandraan memberi penjelasan agar bersama-sama menjaga keselamatan saat pelayaran. Selain itu, para ABK diminta melakukan komunikasi dengan petugas kesyahbandraan di PPI Sangsit dan menginformasikan setelah tiba di Sepeken. “Kalau aturannya kapal di PPI Sangsit tidak mengangkut penumpang, tapi kami membantu mereka karena kehabisan tiket di Banyuwangi. Kami awasi penumpang dan ABK dengan komunikasi selama pelayaran, sebab cuaca di laut tidak bisa diprediksi,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.