NEGARA, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali mengaku telah menyiapkan sejumlah upaya antisipasi apabila pada Angkutan Lebaran tahun ini terjadi kendala. Terutama penundaan angkutan udara berkaitan dengan erupsi Gunung Agung.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta seusai meninjau kesiapan di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (30/5), mengungkapkan sejak awal antisipasi dilakukan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali. “Kita sudah antisipasi itu, berkoordinasi dengan BPBD Provinsi,” ujar Wayan Samsi.

Sementara itu dari hasil pemantauan terkait arus mudik (angkutan lebaran) yang dilakukan Dishub Provinsi Bali, khususnya di jalur Denpasar-Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk, sudah siap. Dari segi prasarana khususnya jalan layak dilalui dengan adanya beberapa pemeliharaan dan perbaikan jalan.

Diakuinya ada beberapa rambu di jalan yang tidak terlihat, terutama di lajur jalan usai perbaikan. “Itu memang karena jalan habis diperbaiki, tetapi secara umum sudah siap untuk angkutan lebaran,” tambahnya.

Sementara itu, selain pengamanan di jalur darat, pengamanan di laut juga dilakukan. Petugas gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana dan Polair Polres Jembrana siaga selama arus mudik dan arus balik di Selat Bali.

Baca juga:  Larangan Terbang Dicabut, Ini Harapan Menhub

Patroli lintas laut di Selat Bali dilakukan setiap hari guna mengantisipasi adanya laka laut dan kejadian lainnya. Seperti yang dilakukan Kamis (30/5). Dua perahu milik SAR dan Polair Polres Jembrana serta satu buah jetsky Basarnas melakukan patroli di perairan Gilimanuk.

Selain menyiagakan personil dan kapal penyelamat lengkap dengan peralatan SAR di laut, petugas juga bersiaga di darat. Koordinator Pos Pencairan dan Pertolongan Jembran, Komang Sudiarsa mengatakan untuk mengantisipasi kejadian di laut, sejumlah personil gabungan disiagakan berikut peralatan alut. “Seluruh potensi yang terlibat sudah siap memberikan jasa SAR bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan dan di darat,” terang Komang Sudiarsa.

Faktor cuaca di Selat Bali yang tidak menentu serta arus yang cukup kuat menjadi salah satu faktor kerawanan yang perlu diantisipasi. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.