Pembongkaran dak beton penutup saluran irigasi di Jalan Laksamana, Baktiseraga, Buleleng. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Beton penutup saluran irigasi di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dibongkar mulai Selasa (28/5). Dak yang dibuat warga beberapa tahun lalu ini kalau musim hujan menyebabkan air meluap dan menimbulkan banjir di bahu jalan. Penutup saluran irigasi yang dibongkar mulai dari timur sampai traffick light Baktiseraga, sehingga memudahkan pekerjaan normalisasi irigasi subak yang selama ini mengalami pendangkalan parah.

Pantauan di lapangan, satu unit alat berat dikerahkan untuk menghancurkan dak beton. Selain itu, dilakukan pembongkaran bangunan di atasnya. Seperti di depan Alfamart Baktiseraga, ada beton mirip gapura kecil persis di atas dak penutup saluran irigasi. Warga yang tinggal di sepanjang saluran irigasi tersebut mendukung pembongkaran dak penutup untuk menangani banjir yang setiap musim hujan terjadi di desanya. Sementara akses ke rumah penduduk atau jalan menuju permukiman warga disepakati tidak dibongkar.

Salah seorang warga, Kadek Karang Indrawan, mengatakan banjir karena meluapnya air dari saluran irigasi di depan rumahnya terjadi setiap musim hujan. Setelah bertahun-tahun tidak ada penanganan, sekarang dinormalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bali, Dinas PUPR Buleleng dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida yang menjamin banjir dapat diatasi secara permanen. “Saya mendukung karena sudah sering terjadi banjir ketika hujan,” katanya.

Baca juga:  Tunggu Alat Berat, Longsor di Pupuan Ditangani Manual

Menurut Karang, saluran irigasi ini ditutup dengan dak beton karena kebijakan pemerintahan terdahulu yang memberikan izin kepada warga. Saat itu kedalamannya lebih dari dua meter. Namun, karena pendangkalan sedimentasi yang diperparah sulitnya membersihkan material yang mengendap dan sampah yang tersumbat, kalau volume air naik membuat banjir tidak bisa dihindari.

Pria yang sehari-hari menggeluti bengkel las ini mendukung penanganan banjir oleh pemerintah. Bahkan, walau dak beton di depan tempat usahanya sekaligus rumahnya dibongkar, pihaknya tidak mempermasalahkan. Ini karena akses keluar masuk sudah disepakati dipertahankan, sehingga tidak menganggu aktivitas dan kelancaran usaha bengkel las dan warung kecil-kecilan di depan rumahnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.