DENPASAR, BALIPOST.com – Situasi Bali berbeda dengan Jakarta. Pasalnya hingga saat ini tidak ada potensi kerusuhan di Bali. Hal itu disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 dilaksananakan, Selasa (28/5) di lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur.

Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Gubernur Bali Wayan Koster, Mayjen TNI Benny Susianto, Ketua DPRD Bali Nyoman Wiryatama dan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa. “Yang ambil apel saya bersama Bapak Pangdam. Saat pemeriksaan pasukan, saya bersama Pangdam dan Gubernur Bali,” ujar Golose.

Usai apel, Golose menyampaikan beberapa penekanan, yaitu pertama, di Bali potensial kerusuhan tidak ada. Kalau pun nantinya ada yang coba-coba, pihaknya akan melakukan penangkapan terhadap orang yang menyebarkan berita hoax. “Sama seperti Mabes Polri melakukan operasi (penyebar berita hoax), saya juga di sini (Bali-red) melakukan hal sama. Masyarakat Bali jangan ikut-ikut melakukan semburan-semburan kebencian yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mari kita jaga Bali ini sebagaimana mestinya,” ucap lulusan Akpol 1988 ini.

Kedua, lanjut Golose, kepada pelaku bisnis pariwisata, dia bersama Pangdam Benny Susianto sudah mengeluarkan maklumat dan bersama stakeholder lainnya. Dia bersama Pangdam menjamin keamanan dan pertaruhannya adalah kewibawaan serta keberadaan dari pada institusinya, baik Polri dan TNI. “Saya mengeluarkan maklumat tidak sembarang, tapi akan mempertanggungjawabkan karena ada isu-isu dan lain sebaginya,” ungkap jenderal bintang dua yang sempat menjadi petinggi BNPT ini.

Baca juga:  Operasi Pekat Sasar Tempat Dugem Dijaga Preman

Ia menyayangkan negara tetangga ikut mengeluarkan travel advice atau travel warning kepada Indonesia. Sama seperti dilakukan negara Asean. Padahal tidak ada gangguan terhadap warganya yang ada di Indonesia, khususnya Bali. “Jadi dengan itu saya menyampaikan bahwa Bali aman dan selalu aman bagi wisatawan. Bapak Gubernur dengan saya, Pangdam dan Kejati Bali, kami adalah garda terdepan menjaga keamanan, ketertiban dan menjamin keberadaan turis yang ada di Bali,” sebutnya.

Terkait Operasi Ketupat, mantan Wakil Direktur II/Ekonomi dan Khusus Bareskeim Polri ini menyampaikan melibatkan lebi dari 3.000 personel, termasuk TNI dan stakeholder terkiat. Juga membuat pos di Pelabuhan Gilimanuk dan Padangbai, termasuk pelabuhan lainnya. Di samping itu digelar patroli bersama. “Dari tahun 2017 sampai sekarang tidak ada penumpukan kendaraan di Gilimanuk dan Padangbai. Tentunya kami kerja sama dengan Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Sementara Gubernur Koster mengatakan pihaknya mendukung tindakan tegas dari Kapolda Golose kepada pihak yang mengganggu situasi keamanan di Bali. Apalagi menyangkut kepada keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Pasalnya Bali sebagai destinasi wisata dunia perlu ketertiban, kemanan dan kenyamanan terhadap wisatawan. “Kepada semua pihak yang ingin mengganggu Bali dengan menyebarkan berita hoax, juga modus lainnya, kita minta Kapolda Bali menindaknya secara tegas,” ujarnya.

Dia menjamin wisatawan yang berkunjung ke Bali aman. Karena itu bagi negara-negara yang sempat mengeluarkan peringatan kepada warganya mengenai keamanan dalam berwisata, Koster pastikan Bali aman dan tidak perlu ada keraguan lagi. (Kerta Negara/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.